Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Anak yang mengalami kondisi diare atau mencret disertai dengan muntah-muntah tidak bisa dianggap remeh. Bila tidak ditangani dengan cepat dan segera diperiksakan kepada dokter, anak bisa mengalami kondisi yang dinamakan dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan cairan. Gejala yang ditimbulkan apabila anak mengalami dehidrasi (berat) adalah

  •  Anak cengeng, gelisah, dan bisa tidak sadarkan diri pada dehidrasi berat.
  • Mata tampak cekung, pada bayi ubun-ubun cekung, bibir dan lidah kering, tidak tampak air mata walaupun menangis.
  • Turgor berkurang yaitu bila kulit perut dicubit tetap berkerut
  • Nadi melemah sampai tidak teraba, tangan dan kaki teraba dingin
  • Kencing berkurang.
  • Pada dehidrasi berat nafas tampak sesak karena tubuh kekurangan zat basa (asidosis).
  • Bila terjadi kekurangan elektrolit dapat terjadi kejang.

Apabila hal tersebut terjadi pada anak Anda, tidak ada cara lain kecuali Anda segera membawa anak Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan rehidrasi yaitu mengganti cairan yang hilang, dapat melalui mulut (minum) maupun melalui infus.

Sebagaimana terjadi pada anak saya, Faqih, usia 3 tahun 6 bulan, pada tanggal 21 Juni 2013 Jumat pagi Faqih mendadak diare disertai dengan muntah-muntah. Setiap diberi makan selalu muntah sehingga sulit mendapatkan asupan makanan. Segera Faqih kami bawa ke Dokter umum terdekat. Dokter memberikan resep obat yang harus diminum setelah makan. Tips yang bisa saya berikan kepada pembaca, apabila anak Anda mengalami kondisi serupa, mintalah kepada dokter resep obat yang bisa diminum baik sesudah maupun sebelum makan, mengingat balita lebih sulit diberi makan daripada orang dewasa. Sebagai gantinya Faqih kami berikan obat alami yang dapat diberikan sebelum makan yaitu sebagai berikut:

  1. satu sendok makan madu+propolis (sekarang sudah banyak dijual di pasaran madu yang sudah ditambahkan propolis, seperti Propolis Kids Honey
  2. lima tetes habbatussauda cair
  3. tiga tetes propolis Melia Nature

Ketiga bahan tersebut dijadikan satu lalu disuapkan pada anak.

Alhamdulillah setelah dua kali diberikan obat alami seperti itu, Faqih bisa tidur cukup nyenyak dan tidak lagi muntah-muntah, meskipun masih diare.

Setelah bangun pagi di keesokan harinya, Faqih mencret sampai 2 kali, tapi setelah itu baru mencret lagi pada jam 4 sore, Faqih mencret-mencret lagi hingga sekitar lima kali. Pemberian madu cs tersebut terus kami lanjutkan dari pagi hingga sore hari (sebelum sarapan dan sebelum makan sore). Karena kami khawatir atas kondisi diare Faqih, dia langsung kami bawa ke Rumah Sakit Bersalin Ibu dan Anak RSIA Selasih Medika di Jalan Raya Bintara nomor 5 Bintara Bekasi Barat. Biaya yang dikenakan untuk periksa ke dokter umum di RSIA Selasih Medika Bintara per tanggal 22 Juni 2013 sebesar Rp 35.000,00 yang terdiri dari Konsultasi Dokter Rp 30.000,00 dan biaya administrasi Rp 5.000,00. Biaya pendaftaran akan ditambahkan terhadap pasien baru (tidak pernah berobat di RS tersebut sebelumnya).

Saran dokter terhadap kasus Faqih adalah sering-sering memberikan cairan mengingat kondisi Faqih yang sudah tergolong dehidrasi ringan. Obat yang diresepkan pada anak umur 3 tahun 6 bulan dan berat badan 17 kg adalah sebagai berikut:

  1. Obat Racikan, yang komposisinya adalah: Ranitidin Tab — 4; Vitazym –4; Equal — 10; dan Ondansetrona Tab — 6  (harga 24.000,00) (tiga kali sehari diminum sebelum makan)
  2. L-Bio, bentuknya seperti bubuk, 2 kali sehari satu sachet bisa dicampurkan dengan makanan atau susu (harga Rp 5.000,00 per sachet, saran saya beli separuh dari yg diresepkan dokter, 10 sachet)
  3. L-Zink Syrup, karena sulit dicari di apotek sekitar Bintara, maka diganti dengan Zinkid Zinc sirup 10 mg/5 ml (harga Rp 25.800,00/botol), satu kali sehari satu sendok takar, diminum setelah makan;
  4. Pedialyt, (harga Rp 22.000,00 per botol) diminum 30 ml setiap setengah jam

Praktis,dari sekian obat yang diberikan, tidak semua dapat diberikan kepada Faqih, karena memang rasanya  yang tidak enak. Tips berikutnya apabila anak Anda mengalami hal yang sama, minta lah ke dokter agar anak tidak diberi banyak macam obat, agar anak dapat menerima obat yang diberikan dan bisa segera sembuh.

About these ads