Tips Menghadapi Sidang Tilang Pelanggaran Lalu Lintas

Tags

, , , , , , , , , , , , ,

Beberapa hari yang lalu, saya diharuskan hadir pada sidang pelanggaran lalu lintas di Pengadilan Negeri Jakarta Timur berdasarkan surat tilang warna merah yang saya terima dua minggu sebelumnya. Surat tilang ini saya dapatkan karena melalui jalur busway di sekitar Jatinegara, padahal saat itu adalah jam pulang kantor, sekitar jam 17.30 WIB, waktu dimana sehari-hari saya lewati jalan itu tanpa ada pemeriksaan mengingat jalur biasa tak lagi mampu menampung kendaraan yang luar biasa banyaknya ke arah Bekasi. Banyak pengendara yang “terjebak” razia ini. termasuk saya. Setelah motor saya diberhentikan, saya diminta menyerahkan SIM dan tanpa ba-bi-bu, polisi itu langsung mengeluarkan surat tilang berwarna merah. SIM saya pun langsung disita sambil menginformasikan kapan dan dimana sidang yang harus saya hadiri. Sempat terbersit niat untuk minta “sidang di tempat”, namun saya urungkan begitu saya melihat pengendara sebelah yang berusaha menyelipkan lembaran 20ribuan di bawah SIM yang dia serahkan, polisi tak menggubrisnya dengan hanya mengambil SIM (tanpa “lampiran”nya🙂 )

Setelah dua minggu, hari sidang pun tiba. Saya tiba di lokasi jam 8.30 pagi. Terlihat di luar gerbang pengadilan negeri Jakarta Timur sudah menanti puluhan orang yang berdiri sambil menawarkan jasa/calo pengurusan sidang tilang sambil mengacungkan surat tilang warna merah.  Sesampainya di loket penerimaan dan pengambilan nomor antrian, nomor sudah menunjukkan angka 291. Di ruang sidang, terlihat para “terdakwa” sudah mengantri di depan meja para hakim untuk mendapatkan vonis berapa denda yang harus mereka bayar. Panggilan dilakukan setiap 10 orang dengan menyebut nomor antriannya. Ketika sudah menerima “vonis”,  pembayaran dilakukan di ruangan sebelah. Di sana sudah menunggu kasir lengkap dengan ruang tunggu.

2014-11-07 09.28.27

Tibalah saatnya nomor 291 terdengar di ruang sidang. Berdebar rasanya jantung ini karena cemas akan denda yang harus dibayar. Maklum, denda tilang menerobos busway untuk pelanggar yang mengendarai motor maksimal Rp 500 ribu. Rasanya ini semua orang sudah tahu, karena sempat menjadi berita heboh di berbagai media massa tentang berlakunya Peraturan Daerah yang menghukum para penerobos busway ini dengan denda yang berat sebagai efek jera. Di dompet celana rasanya cuma terselip tiga lembar merah dan satu lembar biru. Terpikir apabila saya didenda lebih dari itu, saya akan putar balik kanan langsung pulang ke rumah. Toh, membuat SIM yang baru akan memakan biaya yang sama, malah dengan masa berlaku yang lebih lama.

Giliran saya di depan Hakim yang mulia, tertegun sesaat menatap jari-jari Hakim menerka-nerka berapa denda yang akan dijatuhkan kepada saya. Sambil menuliskan angka, terdengar lirih, sang Hakim menyebutkan angka “Lima puluh ribu”. Aaahhhh…lega rasanya😀

Bergegas saya ke ruangan kasir menunggu panggilan untuk melakukan pembayaran dan mengambil SIM yang disita polisi waktu itu. Sayup-sayup terdengar perdebatan salah seorang Pelanggar yang dikenakan denda 500 ribu karena menerobos busway. Entah apa yang dilakukan pelanggar itu sampai terkena denda maksimal. Saya hanya menduga mungkin si pelanggar melakukan perlawanan kepada polisi saat ditilang. Tidak lama kemudian nomor antrian saya terpanggil. Saya diminta membayar Rp 51.000,- Tidak jelas mengapa setiap denda yang dikenakan selalu ditambahkan seribu rupiah oleh Kasir. Yang jelas saya tidak peduli, yang penting saya tidak terkena denda seberat yang ditakutkan selama dua minggu itu.

Berdasarkan pengalaman saya tersebut, saya akan berbagi tips menghadapi sidang tilang pelanggaran lalu lintas:

  1. Untuk meminimalisir denda, bila memang dalam posisi salah, akui kesalahan, bila perlu meminta maaf, dan berikan surat-surat kelengkapan jalan sesuai permintaan Polisi. Setelah diteliti, sang Polisi ternyata mempunyai kewenangan yang mempengaruhi besarnya denda kepada pelanggar, dengan membubuhkan tanda atau kode tertentu di surat tilang. Hal ini bisa dibaca oleh Hakim saat persidangan. Apabila pelanggar melawan, tentu “pasalnya” juga berbeda.
  2. Bila tetap harus ditilang (secara resmi), ada dua macam surat tilang: surat tilang warna merah dan warna biru, maka pilihlah surat tilang warna merah. Dengan demikian terhindar dari denda maksimal. Surat warna merah artinya pelanggar tidak mengakui kesalahan dan akan disidang untuk mempertanggungjawabkan kesalahannya di depan Hakim. Adapun surat tilang warna biru artinya pelanggar mengakui kesalahannya dan bersedia membayar denda maksimal sesuai kesalahannya. Pembayaran dilakukan melalui ATM sehingga tidak perlu disidang.
  3. Meskipun dikatakan sidang akan dimulai pukul 7.30, biasanya itu “pencitraan” saja. Petugas loket dan para Hakim cs biasanya baru akan tiba di ruang sidang sekitar pukul 08.30. Berdasarkan hasil perbincangan dengan sesama “terdakwa”, banyak yang sudah tiba di lokasi pukul 07.00 dengan harapan akan mendapat nomor antrian di depan. Boleh juga… Silakan menentukan waktu kedatangan masing-masing. Yang jelas, ketika saya datang jam 8.30 pagi, urusan selesai sekitar jam 10.
  4. Gunakan calo bila ingin beramal. Bila tidak, lewati saja, karena menggunakan calo hanya akan menghemat sedikit waktu saja, dengan biaya yang cukup lumayan (antara 20 – 100 ribu). Bedanya kita tidak perlu mengantri di ruang sidang, tapi tetap harus menunggu di sekitar pengadilan negeri sambil minum kopi.

Demikian sharing pengalaman dari saya, semoga informasi ini menjadi tidak bermanfaat karena memang Anda tidak ditilang karena melanggar peraturan lalu lintas🙂

Tips Mengobati Batuk Membandel Pada Anak Tanpa Efek Samping

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

anak batukBanyak yang bilang mempunyai anak yang masih kecil itu sangat merepotkan. Apalagi di usia kurang dari lima tahun, anak-anak cenderung rentan terhadap penyakit, terutama yang berkaitan dengan cuaca dan perubahannya. Selain itu aktivitas anak yang tergolong jauh lebih aktif daripada orang dewasa pada saat bermain terkadang anak-anak lupa akan kondisi badan atau dengan kata lain lepas kontrol. Belum lagi makanan atau jajanan yang disukai anak-anak biasanya tergolong makanan yang mengandung zat pengawet, penguat rasa atau zat lain yang tidak baik diserap oleh tubuh. Tentu ini menimbulkan masalah-masalah kesehatan seperti masuk angin, demam, batuk pilek, sakit perut, dan sebagainya. Bahkan beberapa kasus anak mengalami sakit seperti batuk yang membandel. Meskipun sudah diperiksakan ke beberapa dokter dan mengkonsumsi beberapa macam obat yang diresepkan, batuknya tetap saja tidak berhenti.

Bagi yang memiliki anak balita lebih dari satu orang, tentu kondisi ini akan lebih merepotkan lagi. Batuk pilek kemungkinan sangat besar tertular pada saudaranya yang lain. Kalau sudah begini, biaya berobat menjadi sangat besar. Berobat ke dokter selain biaya yang dikeluarkan cukup banyak, obat yang diberikan juga memiliki efek samping yang terkadang tidak disadari oleh orang tua memberikan dampak buruk atau masalah lain bagi kesehatan si kecil. Tidak jarang pada saat si kecil batuk, dokter meresepkan obat yang mengandung antibiotik dengan harapan batuk dapat cepat sembuh. Dalam jangka pendek, pengaruh antibiotik memang cepat, namun untuk konsumsi yang terus menerus dengan frekuensi yang tinggi, tubuh dikatakan membentuk kekebalan dengan sendirinya terhadap pengaruh antibiotik ini sehingga dikhawatirkan pada saat tubuh membutuhkan pengobatan antibiotik, tubuh justru tidak merespon secara positif dikarenakan sudah kebal.

Tingginya biaya obat dan pengaruh obat terhadap tubuh si kecil membuat saya berfikir untuk mencari obat alternatif yang harganya terjangkau dan berkhasiat baik namun tidak memiliki efek samping. Pencegahan tentu selalu lebih baik daripada mengobati, namun terkadang meskipun orang tua sudah sangat hati-hati menjaga si kecil, ada saja masalah kesehatan yang bisa mendera si kecil. Bila sudah terjadi, biasanya anak akan menunjukkan gejala-gejala seperti:

  1. Anak tidak lagi terlihat ceria
  2. Sering mengeluh capek
  3. Mulai terlihat lendir meleleh di hidungnya
  4. Suhu badan mulai terasa “pedas” atau menghangat

madu batuk

Bila sudah terlihat gejala-gejala demikian, biasanya saya akan segera menyiapkan ramuan herbal sebagai berikut:

1. Campurkan bahan-bahan berikut ke dalam gelas, jangan lupa membaca Basmallah sebelum mencampurkan:

  • Madu Sy*mil Anak (satu sendok makan)
  • Tolak Angin Anak (satu sachet, selain herbal tolak angin juga berfungsi sebagai penyedap karena rasanya yang enak)
  • Habbatussauda cair (13 atau 15 tetes, usahakan ganjil, karena Allah menyukai yang ganjil)
  • Minyak Zaitun (3 kapsul, keluarkan minyak dari cangkang kapsulnya)
  • Propolis Melia Nature (5 tetes, propolis dikenal juga berfungsi seperti antibiotik alami tanpa efek samping)

2. Tambahkan air minum kurang lebih satu sendok makan agar tidak terlalu encer.

3. Gunakan sendok yang bukan berbahan logam (sendok plastik atau sendok melamin) untuk menyuapkan pada anak

4. Campuran herbal di atas diberikan untuk 2 anak. Bila untuk satu anak, cukup kurangi kadarnya, dengan tetap pada hitungan ganjil.

5. Minum sebelum makan atau saat perut kosong. Saat terbaik berobat herbal alami adalah sebelum sarapan pagi dan sebelum tidur di malam hari.

Jangan lupa membaca Basmalah sesaat sebelum menyuapkan herbal pada anak. Insya Allah batuknya akan segera sembuh, bukan karena herbalnya akan tetapi keridhoan Allah SWT karena kita menggunakan obat-obat yang sudah dianjurkan dalam Quran dan Sunnah Rasul-Nya dengan cara yang disukai oleh Allah Subhanallahi Wa Ta’ala.

Yang terpenting adalah bahwa mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Semoga info ini menjadi tidak bermanfaat karena memang sudah sehat. Barokallahu fiikum.

Manajemen Proyek dan Quality Control di Jepang

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

PM

Latar Belakang

Apa yang terlintas di benak kita pertama kali bila mendengar kata Jepang? Apalagi kalau bukan barang-barang elektroniknya atau kendaraan yang kita lihat atau mungkin kita gunakan setiap hari. Tentu ada alasan mengapa barang-barang tersebut begitu sangat diminati oleh pasar bukan saja di Indonesia akan tetapi juga di seluruh dunia. Alasan yang paling dapat diterima adalah kualitas barang produksi Jepang yang memang dikenal sangat baik.

Kemampuan teknologi didukung oleh etos kerja sumber daya manusia di Jepang yang terkenal ulet, disiplin dan berdaya saing tinggi menjadi daya tarik bagi Pemerintah Indonesia untuk mempelajari atau setidaknya mengenal lebih jauh proses pembelajaran yang dialami oleh Jepang hingga sampai pada tingkat yang sedemikian mantap. Melalui badan yang dikenal dengan JICA (Japan International Cooperation Agency), Jepang menyambut baik upaya pemerintah Indonesia ini sehingga kerjasama yang terjalin bukan hanya pada ranah kerjasama ekonomi namun juga kerjasama yang bersifat pendidikan dan pertukaran kebudayaan.

Sebagai proses kerjasama dengan JICA tersebut, Penulis berkesempatan untuk mengikuti Short Course yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusdiklat PPSDM) yang bernaung di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan selama dua minggu di Jepang. Adapun tema short course atau training tersebut adalah Project Management and Control.

Dua minggu rasanya terlalu singkat untuk mengeksplorasi dan mengupas tuntas informasi mengenai project management & control serta prakteknya di Negeri Sakura Jepang. Kuatnya image akan kualitas manajemen pengendalian (control) di Jepang seakan memberi inspirasi perlunya tambahan kata “control” pada tema short course itu, meskipun sebenarnya control sendiri sudah merupakan bagian dari project management.

Short course non degree yang disponsori oleh Pusdiklat PPSDM dari tanggal 4 – 18 Oktober 2014 adalah dalam rangka implementasi beasiswa Non Degree Training Professional Human Resource Development Program III yang didanai oleh Loan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang dikelola oleh Pusdiklat PPSDM Tahun Anggaran 2014.

Short course diadakan di International University of Japan (IUJ) Niigata dari tanggal 6 Oktober sampai dengan 15 Oktober 2014, dilanjutkan dengan Company Visit di dua perusahaan terkemuka di Jepang yaitu NTT Data (perusahaan layanan IT terbesar di Jepang) dan Toyo Engineering yang keduanya berkedudukan di Tokyo pada tanggal 16 dan 17 Oktober 2014. Adapun peserta yang ditugaskan berjumlah 30 orang yang semuanya adalah pegawai Kementerian Keuangan mewakili 10 unit eselon I Kementerian Keuangan.

SAM_1163

Project Management and Control Training Program for Indonesia MoF

Project Management yang dibahas dalam training ini menggunakan PMBOK (Project Management Book of Knowledge) dari PMI (Project Management Institute) sebagai panduannya, dilanjutkan dengan sekilas tentang PRINCE2 (Project In Controlled Environment, version 2), Quality Management dan studi kasus serta penerapan prinsip-prinsip project management di perusahaan NTT Data dan Toyo Engineering Tokyo Jepang.

Beberapa hal penting yang bisa dipelajari adalah sebagai berikut:

Sebagian besar proyek-proyek yang dibangun di Jepang menerapkan prinsip yang ada dalam PMBOK. Proyek selalu dipimpin oleh Project Manager yang bersertifikat internasional dan tergabung dalam organisasi PMI dan PMAJ (Project Management Association of Japan);

Setiap proyek harus melalui lima fase:

Initiating – Planning – Executing – Monitoring & Controlling – Closing

Khusus monitoring & controlling (wasdal), fase ini harus ada pada setiap fase kegiatan proyek.

fase PM

  • Dalam PMBOK, ada 10 (sepuluh) knowledge area atau skill dan 47 proses yang harus diterapkan oleh seorang Project Manager dalam memimpin sebuah proyek yaitu sebagai berikut:
  • Manajemen Integrasi (Integration) Proyek
  • Manajemen Ruang Lingkup (scope) Proyek
  • Manajemen Waktu (time) Proyek
  • Manajemen Biaya (cost) Proyek
  • Manajemen Kualitas (Quality) Proyek
  • Manajemen SDM (Human Resource) Proyek
  • Manajemen Komunikasi (Communication) Proyek
  • Manajemen Risiko (Risk) Proyek
  • Manajemen Pengadaan (Procurement) Proyek
  • Manajemen Pemangku Kepentingan (Stakeholder) Proyek

Proyek di Jepang sangat menekankan pada kualitas, sehingga fokus perhatian seorang manajer proyek adalah pada prosesnya. Quality always focuses on process (Naito, 2014). Sedemikian kuatnya penekanan pada kualitas, memberi kesan bahwa manajemen proyek merupakan bagian dari manajemen kualitas (Project Manager, Speaker of PM Seminar at NTT Data Tokyo, 2014).

Prinsip pengendalian kualitas (quality control) Jepang dipicu oleh keberhasilan penerapan quality management yang diajarkan oleh W. Edwards Deming (Father of Quality Control) di Jepang sehingga tahun 1970an banyak produk Jepang kualitasnya mengalahkan produk Amerika, terutama industri otomotif.

Teknik manajemen kualitas yang terkenal di Jepang adalah:

Quality at the source

  • Setiap pegawai bertindak selaku pengawas kualitas (quality inspector);
  • Jangan teruskan item yang cacat (defective items) ke proses berikutnya;
  • Teknik Poka – Yoke (Mistake Proofing)

Mencegah kesalahan terjadi dalam masa produksi, dengan deteksi dini sehingga kesalahan dapat segera diketahui sebelum dilanjutkan ke proses berikutnya.

Visibility

  • Masalah harus dibuat mudah terlihat sehingga dapat segera diidentifikasi, contoh: kelebihan stok berpotensi menyembunyikan masalah sehingga harus dieliminasi;
  • Teknik visibility yang terkenal di Jepang adalah Andon, yaitu indikator untuk mengenali adanya kesalahan (cacat). Contoh: pada saat cacat terjadi pada satu proses produksi, andon (lampu peringatan) akan berwarna merah. Setelah diperbaiki oleh pegawai, makan andon berwarna hijau dan proses dapat dilanjutkan.
  • In-process Inspection

Dengan In-process Inspection (Inspeksi selama proses), setiap pekerjaan diawasi pada setiap tingkatan proses. Pegawai pada tingkatan masing-masing diberi kewenangan penuh terkait kualitas pekerjaannya.

Total Involvement of Workforce

Semua pegawai operasional harus diposisikan untuk meningkatkan kualitas produk, sehingga pegawai pada semua tingkatan bertanggung jawab pada kualitas pekerjaan sehari-harinya (Deming’s Point)

Five S’s

Five S’s dikenal juga Foundation of Kaizen, terdiri dari prinsip-prinsip berawalan S:

  1. Seiri (pemilahan): pemilahan alat kerja yang benar-benar digunakan;
  2. Seiton (penempatan): penempatan alat kerja dengan tepat sehingga mudah didapatkan/ditemukan saat dibutuhkan;
  3. Seiso (perapihan): membersihkan/merapikan alat kerja kembali sesuai tempatnya dan pastikan semua pada tempatnya;
  4. Seiketsu (perawatan): merawat peralatan kerja tetap pada kondisi yang baik dan sehat (higienis);
  5. Shitsuke (pertahankan): mempertahankan kebiasaan baik dan disiplin dalam bekerja.

Penerapan 5 S’s dimaksudkan agar waktu bekerja lebih efisien dan tidak terbuang akibat tempat kerja yang tidak teratur.

Penutup

Berdasarkan uraian di atas, secara implicit dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Dalam mengelola proyek Jepang lebih berorientasi pada proses, adapun hasil adalah dampak dari rangkaian proses.
  2. Tidak menyalahkan, namun terus belajar dari kesalahan dan melakukan perbaikan (continous improvement)

Penerapan teknik quality control yang tepat dalam mengelola sebuah proyek (project management) telah terbukti menghasilkan produk-produk yang berkualitas tinggi sebagaimana yang dihasilkan oleh Negara Jepang.

Kisah Pak Karto dan Si Meneer (Hikmah Kewajiban Membayar Hutang dan Doa Dimudahkan Melunasi Hutang)

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Meneer dan Pak Karto

“Verdommechh….!! Nanti…nanti…terus. Kapan kamu orang mau bayar…???!! Sudah dua bulan kamu nunggak, masih juga bilang nanti. Itu kamu punya sawah, buat bayar bunganya saja tidak cukup..!! Pak Karto hanya bisa tertegun diam sambil air matanya meleleh tanpa sadar, wajahnya makin tertunduk lesu tak berani menatap Si Meneer.

Sepenggalah monolog di atas rasanya sudah sangat familiar kita dengarkan di salah satu dari sekian film-film bernuansa sejarah perjalanan bangsa kita. Namun sadarkah Anda bahwa dengan gaya bahasa dan metode yang berbeda, ternyata fenomena seperti ilustrasi di atas masih dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari kita di masa sekarang ini. Uang tidak lagi semata-mata dianggap sebagai alat tukar pembayaran yang sah akan tetapi sebagai komoditi yang memiliki nilai waktu dan kesempatan yang dapat diperjualbelikan layaknya ikan, cabe, tomat atau apapun di pasar tradisional. Dalam konteks bisnis, uang tidak lagi memiliki nilai sosial yang akan dipinjamkan secara percuma meskipun untuk sekedar memenuhi kebutuhan konsumtif. Dalam skala yang lebih besar dan tujuan produktif, keuntungan “si Meneer” tidak lagi hanya berupa bunga atau jasa atau apapun yang dapat dipersamakan dengan itu, akan tetapi harus ada tambahan jaminan berupa barang-barang tidak bergerak milik “Pak Karto”. Tujuannya jelas….apabila “Pak Karto” tidak dapat memenuhi kewajibannya, “sawah”nya lah yang akan dijual dengan harga kepѐpѐt alias harga likuidasi untuk mengurangi hutang Pak Karto yang nahas ini.

Karena kemarau panjang, Pak Karto rupanya tidak punya cara lain kecuali meminjam uang dari Si Meneer untuk keperluan pengairan irigasi sawahnya itu, walaupun surat-surat sawah satu-satunya itu yang dia berikan pada si Meneer itu untuk jaminan pelunasan hutangnya. Meskipun terlilit hutang Pak Karto yang pernah tiga tahun nyantri di pondok pesantren tetangga desanya, tidak akan lupa dengan wejangan ustadznya. Baginya hutang tetaplah hutang yang wajib dibayarnya. 

Masih segar ingatan Pak Karto sewaktu Pak Kyai menyampaikan hadits Nabi Muhammad saw, dari Maimun Al-Khudri dari ayahnya ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Siapapun laki-laki yang menikahi seorang wanita dengan mahar sedikit atau banyak tanpa niatan dalam dirinya untuk memberikan haknya, dia tipu istrinya lalu dia (laki-laki itu) mati sementara belum memberikan haknya maka akan bertemu Allah di hari kiamat dalam status sebagai pezina. Dan siapapun laki-laki yang berhutang dan tidak ada niatan untuk melunasi hak orang yang menghutanginya, ia tipu dia sehingga dia mengambil harta orang yang meminjaminya sampai dia mati dan belum membayar hutangnya maka nanti akan bertemu Alah dalam status sebagai pencuri.” (Shahih, HR. At-Thabarani, Shahih At-Targhib no.1807)
Dan juga hadits dari Abu Hurairah ra. Ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa mengambil harta manusia dan ia ingin melunasinya, niscaya Allah akan melunasinya. Dan barangsiapa mengambil harta manusia dengan niat menghancurkannya, niscaya Allah akan menghancurkannnya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari)

SawahAndaikan kemarau telah berakhir dan sawahnya bisa menghasilkan panen yang baik, tidak terbetik sedikitpun niat Pak Karto untuk menunda-nunda membayar hutangnya itu. Terlebih dia ingat Pak Kyai pernah mengajarkannya hadits dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Penundaan orang yang mampu (memenuhi kewajibannya) itu adalah perbuatan zalim.”(Shahih, HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits lain: “Penundaan orang yang mampu akan menghalalkan kehormatan dan hukumannya.” (HR. Abu Dawud, Nasa’I, dalam Sunan al-Kubra, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)
Menghalalkan kehormatannya berarti membolehkan bagi orang yang mengutangi untuk berkata keras padanya, sedangkan menghalalkan hukumannya yakni membolehkan hakim untuk memenjarakannya.

Bukanlah bentakan keras Si Meneer ataupun ancaman penjara yang membuat Pak Karto tetap bersikukuh untuk membayar hutangnya, akan tetapi lagi-lagi dia teringat sebuah hadits yang pernah diajarkan Pak Kyai bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang rohnya berpisah dengan jasadnya dan dia terbebas dari tiga perkara, maka dia akan masuk ke dalam Al-Jannah (surga); (tiga perkara itu adalah) mengambil harta rampasan perang sebelum dibagi, hutang, dan kesombongan.” (Shahih, HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, dan Al-Hakim dan ini lafadz beliau. Lihat Shahih At-Targhib, 2/166 no.1798) 

Bahkan dalam hadits lain dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw, beliau bersabda: “Jiwa seorang mukmin tergantung dengan hutangnya sampai dilunasi.”(Shahih, HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan beliau mengatakan hasan; Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban. Lihat Shahih At-Targhib no. 1811)

Dari Samurah, ia berkata: Rasulullah saw berkhutbah kepada kami lalu mengatakan: “Apakah di sini ada seseorang dari bani fulan?” Tidak seorang pun menjawabnya. Lalu (beliau) berkata lagi: “Apakah di sini ada seseorang dari bani fulan?” Tidak seorang pun menjawabnya. Lalu beliau berkata lagi: “Apakah di sini ada seseorang dari bani fulan?” maka seseorang berdiri dan mengatakan: “Saya, wahai Rasulullah.” Maka beliau berkata: “Apa yang menghalangimu untuk menjawab (panggilan) pertama dan kedua kalinya? Saya tidak menyebut kalian kecuali yang baik. Sesungguhnya teman kalian tertahan (yakni untuk masuk ke surga) dengan sebab hutangnya.” Samurah mengatakan: “Sungguh aku melihat orang tadi melunasinya, sehingga tidak seorangpun menuntutnya lagi dengan sesuatu pun.” (Shahih, HR.Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Al-Hakim, dalam riwayatnya: “Kalau kalian ingin maka tebuslah, dan kalau kalian ingin maka serahkanlah dia kepada siksa Allah.”

Dalam hadits lain, dari Muhammad bin Abdillah bin Jahsy ra, ia berkata: “Waktu itu Rasulullah saw duduk di tempat jenazah-jenazah itu diletakkan. Beliau lalu mengangkat kepalanya ke arah langit lalu menundukkan pandangannya dan segera meletakkan tangannya di dahinya lalu berkata: “Subhanallah, Subhanallah, apa yang diturunkan dari tasydid (urusan yang diperberat)?” Maka kami tahu dan kami diam, sehingga bila esok harinya aku bertanya kepada Rasulullah saw, maka kami katakana: “Tasydid apa yang turun?” Beliau menjawab: “Dalam urusan hutang. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya seseorang terbunuh di jalan Allah, lalu hidup kembali lalu terbunuh lagi, lalu hidup lagi lalu terbunuh lagi sementara dia punya hutang maka dia tidak akan masuk surga sehingga dilunasi utangnya.” (Hasan, An-Nasa’i, At-Thabarani, dan Al-Hakim dan ini lafadznya dan beliau katakan: Sanadnya shahih, Shahih At-Targhib no.1804)

Masih membekas dalam di hati Pak Karto akan amalan doa yang pernah diajarkan oleh Pak Kyai mengenai hadits Rasulullah SAW yang mengajarkan seorang Sahabat Nabi yang terlilit hutang supaya terbebas dari kegalauan dan dimudahkan untuk dapat melunasi hutang-hutangnya. Bentakan keras Si Meneer itu lah yang juga melecut hati Pak Karto untuk kembali rutin membaca dan mengamalkan doa ini. Doa supaya dimudahkan membayar atau melunasi hutang bagi yang terlilit hutang:  

Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur: “Pada suatu hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu sholat?” Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:

doa hutang

”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

Sambil terus mengingat-ingat wejangan Sang Kyai-nya itu, Pak Karto bersungut-sungut beranjak dari tempat Si Meneer sembari terbetik rencana seandainya masa panen tiba, dia akan meminta keringanan hutang dari si Meneer dan melunasinya seperti keringanan yang pernah didapat Bu Masni, tetangga sebelahnya pada musim panen yang lalu.

Berbagi Pengalaman Berburu Beasiswa Luar Negeri

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sunadi grad

Dalam kurun waktu tujuh tahun dari 2008 sampai dengan saat ini, pegawai lulusan Eropa di salah satu unit eselon I di Kementerian Keuangan tergolong langka. Hal ini harus dipahami bahwa perlu adanya diversifikasi kompetensi akademik pegawai dari HRD unit tersebut sehingga dapat memperkaya dinamika perumusan kebijakan publiknya. Hingga saat ini, tercatat baru satu pegawai yang telah menamatkan studi masternya di Belanda. Namun hal ini membawa dampat positif, karena terbukti setelah salah satu pegawainya berhasil mendapatkan beasiswa StuNed dari Netherlands Education Support Office atau NESO (dahulu NEC, Netherlands Education Center) pada tahun 2008, hal ini seperti membuka jalan kerjasama bagi NESO dan DJ** untuk terus berupaya mengembangkan kualitas SDM-nya. Setidaknya di tahun 2011, DJ** kemudian mampu mengirimkan sekitar 23 orang pegawainya untuk mengikuti pelatihan singkat tematik atau yang disebut Tailor-made Training di bidang Lelang di Vrije University Amsterdam Belanda. Dilanjutkan di tahun 2014 ini kembali direncanakan pengiriman sekitar 20 pegawainya untuk Tailor-made Training  bidang Barang Milik Negara. Ini belum terhitung beasiswa-beasiswa shortcourse yang diikuti secara individual oleh pegawai DJ**, seperti Beasiswa NFP Short Course Executive Program e-Government di Maastricht School of Management Maastricht Belanda yang kebetulan diikuti oleh penulis sendiri pada tahun 2012, serta beasiswa S2 StuNed oleh dua pegawai DJ** pada tahun 2013 dan 2014.

Di sisi yang lain, status tersebut terasa istimewa mengingat ketika menerima beasiswa S2 luar negeri, posisi saya berada di luar Jawa di tengah dominasi pegawai kantor pusat Jakarta dan sekitarnya sebagai “penguasa” informasi beasiswa luar negeri. Saat itu tahun 2006 lalu lintas informasi belum secepat dan se-massive sekarang dengan adanya penggunaan website, e-mail dan ponsel. Informasi Program S2 luar negeri tawaran dari Departemen Keuangan masih sangat terbatas, itu pun biasanya baru sampai ke kantor-kantor di daerah terutama di luar Jawa di penghujung batas waktu sehingga meminimalisasi upaya peminat untuk mempersiapkan dokumen persyaratannya. Belum lagi persiapan ujian seleksi dan sebagainya. Kalaupun sempat mengirimkan berkas persyaratan, dengan waktu yang terbatas untuk persiapan ujian, peserta tersebut harus juga mempersiapkan biaya dan waktu serta fisik yang tidak sedikit untuk mengikuti ujian yang diselenggarakan di Kantor Pusat Jakarta. Singkatnya, keterbatasan informasi, jarak dan pengorbanan yang cukup besar menjadikan pegawai yang berminat di luar Jawa sangat terkendala untuk mendapatkan beasiswa luar negeri. Tidaklah mengherankan bila penerima beasiswa luar negeri didominasi oleh pegawai di pulau Jawa, utamanya Jakarta dan sekitarnya.

Berlatar belakang demikian, saya kira tidak berlebihan bila kemudian saya sering mendapatkan pertanyaan dari teman-teman sejawat mengenai pengalaman saya dan meminta saya untuk berbagi cerita tentang bagaimana saya dulu mendapatkan beasiswa tersebut. Dalam tulisan ini, saya mencoba untuk berbagi pengalaman saya memperoleh beasiswa luar negeri secara mandiri. Meski kondisi saat ini sangat mungkin sudah tidak update, setidaknya ini Insya Allah memberi pesan bahwa selagi ada kemauan, Allah pasti akan memberi jalan.

Ada beberapa tahap yang saya lalui dalam mendapatkan beasiswa luar negeri yaitu sebagai berikut:

1. Penggalian Informasi

Tidak seperti sekarang dimana informasi dapat dengan mudah diakses melalui internet, saat itu saya menggali dan mendapatkan informasi dari surat kabar harian lokal, sebut saja “Sumatera Ekspres”. Universitas Sriwijaya Palembang bekerja sama dengan NEC membuka kesempatan beasiswa S2 ke Belanda melalui jalur praregistrasi yang berlaku khusus untuk pendaftar dari luar Jawa. Berkas lamaran diajukan ke Kampus Program Pasca Sarjana (PPS) Unsri.

2. Seleksi TOEFL Tahap I

Setelah melalui seleksi adminstrasi oleh PPS Unsri dan dinyatakan lulus seleksi administrasi, peserta diikutkan ujian TOEFL Tahap I di Lab Bahasa PPS Unsri. Karena melalui jalur Praregistrasi, maka skor TOEFL yang dipersyaratkan adalah minimal 450 s.d. 550. Skor saya waktu itu hanya 530. Seluk beluk ujian TOEFL dapat dilihat pada artikel sebelumnya https://nobericsun.wordpress.com/2013/09/27/strategi-mendongkrak-nilai-toefl-ielts/

3. Wawancara Tahap I

Berdasarkan hasil seleksi administrasi dan nilai TOEFL yang diperoleh, peserta dipanggil untuk melakukan wawancara dengan NEC yang dilakukan di Palembang. Wawancara dilakukan dalam bahasa Indonesia guna mengetahui dan memverifikasi latar belakang peserta dan kesesuaian antara bidang studi yang dipilih dengan pekerjaannya saat ini. Intinya adalah pendalaman dari isian formulir aplikasi yang disampaikan oleh pendaftar.

4. Seleksi Tes Potensi Akademik

Setelah berselang kurang lebih sebulan, tepatnya bulan Desember 2006, NEC menghubungi saya bahwa saya berhak diikutkan seleksi berikutnya yaitu Tes Potensi Akademik (TPA) di Jakarta. Penyelenggara TPA yang ditunjuk adalah Oto Bappenas Jakarta. Tiket perjalanan ditanggung sepenuhnya oleh NEC. Adapun nilai TPA minimal adalah 550 sebagai syarat bagi  peserta apakah dapat diikutsertakan dalam Kursus Bahasa Inggris Persiapan TOEFL dengan fokus pada penggunaan bahasa Inggris untuk tujuan akademik atau yang disebut English for Academic Purpose (EAP).

5. Kursus Bahasa Inggris / Pre departure Training

Setelah dinyatakan lulus seleksi TPA, peserta diikutsertakan kursus Bahasa Inggris EAP selama 5 bulan lebih dari bulan Januari s.d. Juni 2007. Saat itu lembaga bahasa Inggris yang bekerja sama dengan NEC adalah ELS (English Language Service) Mampang Jakarta Selatan.  Dengan dibekali Surat Tugas Belajar dari Kantor Pusat dan tiket perjalanan serta tambahan uang saku sebesar Rp 1 juta setiap bulannya dari NEC, setiap peserta diharuskan konsentrasi mengikuti training yang dijadwalkan setiap hari, Senin-Jumat dari jam 09.00 s.d. 16.00 WIB. Akomodasi atau penginapan ditanggung masing-masing peserta. Strategi untuk mendongkrak skor TOEFL dapat dilihat pada artikel berikut https://nobericsun.wordpress.com/2013/09/30/strategi-mendongkrak-nilai-toeflielts-untuk-meraih-beasiswa-idaman-bagian-ii/.

6. Pendaftaran Ke Perguruan Tinggi di Belanda

Penting diketahui bahwa proses pendaftaran ke perguruan tinggi untuk mendapatkan admission letter atau letter of acceptance (LOA)  dilakukan pada masa training ini. Ini dimaksudkan agar konsultasi peserta dengan NEC mengenai perguruan tinggi dan program studi yang akan diambil  bisa dilakukan dengan mudah karena jarak antara tempat kursus dengan kantor NEC relatif dekat (Mampang – Gatot Subroto, sekitar 2 kilometer). Mengingat hasil TOEFL yang juga merupakan dokumen persyaratan di semua perguruan tinggi di Belanda baru diperoleh diakhir masa training, maka admission letter yang diterima bersifat sementara atau disebut juga Provisional Admission Letter. Ini dimaklumi oleh seluruh perguruan tinggi di Belanda karena NEC telah menginformasikan hal ini ke semua institusi pendidikan tentang adanya program preregistrasi ini.  Pada tahap ini pilihan perguruan tinggi masih mungkin mengalami perubahan. Sebelum jatuh pada pilihan terakhir di Maastricht School of Management (MsM) Maastricht program MBA, saya sempat mendaftarkan diri ke Leiden University program Master of Philosophy dan Institute of Social Studies Den Haag program Master of Arts.

7. Ujian TOEFL Institutional Testing Program (ITP) Tahap II

Mengingat tujuan dari training bahasa Inggris adalah sebagai persiapan penggunaan bahasa secara akademik dan sebagai upaya peningkatan nilai TOEFL, maka setiap bulan dilakukan ujian TOEFL sebagai bahan evaluasi. Di akhir traning, semua peserta diikutsertakan dalam Ujian TOEFL ITP yang diselenggarakan oleh NEC (saat itu NEC adalah salah satu lembaga resmi penyelenggara TOEFL ITP). Hasil TOEFL ITP inilah yang digunakan sebagai syarat beasiswa S2 Belanda. Meskipun syarat yang ditentukan oleh NEC (yang kemudian pada tahun 2007 berubah nama menjadi NESO) adalah 550, namun setiap peserta diharuskan mencapai skor minimal yang dipersyaratkan oleh masing-masing perguruan tinggi yang ditujunya. Alhamdulillah, skor TOEFL yang saya peroleh saat itu adalah 583.

8. Wawancara Tahap II (Terakhir)

Setelah skor TOEFL memenuhi syarat penerimaan beasiswa, semua peserta dipanggil untuk melakukan wawancara terakhir di kantor NESO. Kali ini pewawancaranya adalah native speaker dan tentu dalam bahasa Inggris. Interview ini sekaligus untuk mengukur kemampuan lisan peserta dan kesiapan peserta dalam mengikuti perkuliahan dalam bahasa Inggris.

9. Penerimaan Scholarship Award

Bagi peserta yang telah melewati tahap seleksi, diperbolehkan kembali ke daerahnya masing-masing. Kurang lebih 1,5 bulan adalah masa penantian hingga scholarship award diberikan kepada peserta yang lulus seleksi. Penerimaan scholarship award tersebut dilakukan bersamaan dengan penandatanganan perjanjian di atas materai dengan NESO selaku sponsor di kantor NESO Jakarta.

10. Pre Departure Ceremony

Upacara pelepasan penerima beasiswa ke Belanda dilakukan di Erasmus Huis Kuningan Jakarta Selatan. Acara ini merupakan ajang pertemuan semua peserta baik dari jalur praregistrasi maupun jalur umum dan alumni Belanda. Tujuannya adalah penyampaian dan pertukaran informasi tentang kehidupan di negeri Kincir Angin ini baik kehidupan sehari-hari maupun akademik. Tentu pada saat itulah peserta mengetahui siapa-siapa saja nantinya yang akan menjadi kawan seperjuangan yang tinggal satu kota di Belanda, karena tiket perjalanan sudah diatur sedemikian rupa oleh NESO agar peserta yang mempunyai tujuan kota yang sama dapat diberangkatkan bersama-sama.

And…here I was…😉

gaya lux

Demikian kisah perjalanan dan perjuangan saya untuk mendapatkan beasiswa di Belanda. Mudah-mudahan tulisan ini membantu semakin bersemangat berburu beasiswa luar negeri.

Namun demikian, mudah-mudahan informasi ini menjadi tidak bermanfaat karena Anda sudah mendapatkan beasiswa idaman Anda🙂

Cara Penyetaraan Ijazah Bagi Lulusan Luar Negeri

Tags

, , , , , , , , , , , , ,

 

graduate

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya mengurus penyetaraan ijazah untuk para lulusan luar negeri. Tujuan penyetaraan ijazah oleh lulusan luar negeri adalah untuk menentukan bahwa gelar yang diperoleh lulusan luar negeri tersebut adalah setara dengan jenjang pendidikan yang berlaku di Indonesia. Manfaat Penyetaraan Ijazah Bagi Lulusan Luar Negeri ini adalah sebagai berikut:

  1. Salah satu dokumen persyaratan kepangkatan di instansi / tempat kerja yang bersangkutan, termasuk PNS/TNI/Polri
  2. Salah satu syarat dokumen lamaran beasiswa jenjang pendidikan yang lebih tinggi;
  3. Salah satu syarat penerimaan mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia, bila pelamar adalah lulusan luar negeri.

Dalam sharing pengalaman ini, saya juga sekaligus ingin menunjukkan bahwa system pelayanan berbasis internet atau online service telah memangkas banyak sekali waktu, energi, biaya dan pikiran. Beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari pelayanan secara online adalah sebagai berikut:

  1. Hemat waktu, karena tidak perlu antri panjang, karena sistem online mengatur proses pendaftaran, berkas yang harus dilengkapi dan kapan pendaftar dapat hadir untuk verifikasi dokumen kelulusannya.
  2. Hemat biaya, oleh karena dilakukan secara online sehingga pendaftaran tidak dilakukan secara tatap muka, sehingga dapat mencegah praktek percaloan selain memang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional bahwa layanan penyetaraan ijazah tidak dipungut biaya;
  3. Hemat energy dan pikiran, karena dalam website tersebut sudah dicantumkan database alumni dan perguruan tinggi mana saja yang sudah disetarakan. Ini memudahkan proses verifikasi terhadap pendaftar dengan almamater yang sama dengan perguruan tinggi yang sudah pernah disetarakan.

Proses atau prosedur penyetaraan ijazah dilakukan secara bertahap sebagai berikut:

  1. Lakukan daftar online di website http://ijazahln.dikti.go.id/;
  2. Isi formulir pendaftaran yang tersedia di website tersebut;
  3. Cetak nomor antrian dan jadwal kunjungan untuk verifikasi berkas;
  4. Siapkan dokumen asli dan fotokopi persyaratan (syarat diuraikan di bawah);
  5. Verifikasi dokumen asli di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional Gedung D Lantai 7 Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
  6. Proses penyetaraan, bagi perguruan tinggi yang pernah disetarakan SK selesai dalam 2 hari kerja. Bagi yang belum pernah disetarakan, SK akan selesai 7 hari kerja.
  7. Cek status di website dengan terlebih dahulu log in, guna mengetahui apakah SK sudah dapat diambil / selesai diproses.
  8. Pengambilan SK dapat diwakilkan dengan surat kuasa yang sah.

Syarat dokumen asli dan fotokopi yang harus dilengkapi untuk penyetaraan ijazah adalah sebagai berikut:

  1. Ijazah dan transkip yang akan disetarakan
  2. Ijazah dan transkip jenjang pendidikan sebelumnya
  3. Skripsi/tugas akhir (S1) / tesis (S2) / disertasi (S3)
  4. Artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal internasional (khusus S3)
  5. Brosur atau catalog yang mencantumkan kurikulum atau program pendidikan
  6. Passport dan visa
  7. Surat perjanjian dari sponsor
  8. Surat tugas belajar yang dikeluarkan oleh Sekretariat Negara (wajib bagi PNS)
  9. Pasfoto terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar

Bila sudah lengkap, dan sebelumnya perguruan tinggi Anda sudah pernah disetarakan, maka dalam 2 (dua) hari kerja SK penyetaraan ijazah Anda telah siap dan dapat diambil langsung atau dikuasakan ke orang lain. Bila belum pernah disetarakan, pun hanya 7 (tujuh) hari kerja.

Seperti ini wujud SK Penyetaraan Ijazah kalau sudah jadi:

SK setara ijazah

Mudah dan cepat bukan?! Semoga bermanfaat.

Tips Menangani dan Mengobati Cacar Air Pada Anak Dengan Cepat

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Orang tua mana tidak bingung bila anak  terkena cacar air. Kasian rasanya melihat si kecil harus menggaruk sana sini karena gatal, belum lagi dia larangan bermain dan harus “diasingkan” dari saudara dan teman-teman mainnya. Yang namanya tinggal serumah, tentu orang tua menjadi panik cacar akan mewabah ke saudara-saudaranya. Gak kebayang deh repotnya ngurus anak-anak yang rewel. Anak satu saja sudah repot, gimana kalau yang lain kena juga. Pusingnya bukan cuma gimana mengobati si anak, tapi bagaimana caranya agar anak-anak lain tidak jadi tertular. Kami punya pengalaman menangani si kecil yang terinfeksi cacar air. Namun Alhamdulillah, berkat Rahmat Allah yang maha Kuasa, si kecil sembuh dalam waktu kurang dari dua minggu, tanpa meninggalkan bekas cacar yang banyak dan yang paling penting adalah anak-anak kami yang lain tidak tertular.

Image

Saat itu minggu ketiga bulan Mei 2014 tepat dua minggu menjelang Ujian Kenaikan Kelas. Anak kami berjumlah tiga orang. Yang paling besar perempuan duduk di kelas 3 SD, dua adiknya laki-laki kelas  1 SD dan si bungsu baru berusia  4,5 tahun.  Putra kedua, Faiz, yang terkena cacar. Keluhan yang menjadi gejala anak yang terkena cacar air antara lain:

  1. Anak mengalami demam;
  2. Sering mengeluh sakit kepala;
  3. Disertai dengan flu, hidung meler dan batuk-batuk;
  4. Terasa gatal dan timbul bentol-bentol berisi air, terutama di sekitar punggung, perut dan muka.

Kepanikan kami bertambah berat mengingat dua minggu lagi Faiz dan kakaknya harus menghadapi ujian kenaikan kelas. Artinya, kami harus bertindak cepat agar cacar Faiz tidak menular ke saudaranya dan bisa segera sembuh agar dapat mengikuti  ujian. Untuk mengobati cacar air dengan cepat dan mencegah agar anak-anak lain tidak tertular adalah sebagai berikut:

1. Berdo’a kepada Allah SWT

Ini yang paling penting, karena hanya Allah yang menyembuhkan penyakit, manusia hanya berikhtiar dengan cara berobat dan upaya lain yang halal.

2. Segera bawa ke dokter

Lebih cepat tentu lebih baik. Ini penting untuk:

  • Mendiagnosa penyakit untuk memastikan apakah penyakit yang diderita adalah cacar air atau sakit lainnya;
  • Bila positif cacar air, obat yang akan diberikan oleh dokter biasanya adalah untuk mengurangi efek gatal, mencegah infeksi, dan mengurangi penyebaran bentol yang berlebihan;

Saat Faiz diperiksakan ke dokter umum di RS. Budi Lestari Bekasi dan dinyatakan positif cacar air, obat yang diresepkan adalah sebagai berikut:

Image

Karena masih anak-anak, selain salep Acyclovir Cream, obat-obat di atas racik dalam bentuk puyer sehingga mudah disuapkan pada anak. Aturan minumnya adalah3 (tiga) kali sehari sesudah makan. Adapun acyclovir dioleskan tipis pada setiap bentolnya. Namun meskipun bentolnya tidak terlalu banyak, rasanya cukup merepotkan kalau harus mengoleskannya satu persatu. Maka untuk pengobatal luar dan meredam gatal, kami lebih sering menaburkan bedak salicyl menthol  daripada mengoleskan krim Acyclovir.

3. Isolasi  dan Dukungan Psikologis

Ini adalah bagian tersulit. Tinggal satu rumah yang tidak terlalu besar dan tidur bersama-sama berlima dalam satu kamar memang sangat mengkhawatirkan. Beberapa hal yang kami upayakan adalah sebagai berikut:

  1. Semaksimal mungkin agar anak yang terkena cacar tidak menyentuh langsung (kontak langsung) dengan kulit anak-anak lain yang sehat, meskipun itu sulit karena adik bungsu mungkin sulit memahami mengapa dia harus menjauh dari kakaknya.
  2. Dirawat oleh orang dewasa yang sehat dan sudah pernah terkena cacar sebelumnya. Hal ini karena orang yang mempunyai riwayat pernah terkena cacar memiliki imunitas lebih tinggi sehingga sulit tertular.
  3. Beri pelukan hangat buat si anak dan sering-sering lah melakukan itu, karena secara psikologis anak menjadi down dan semakin sedih dikucilkan tidak diperbolehkan main dan berdekatan dengan saudara dan teman-temannya.

4. Tingkatkan stamina dan daya tahan tubuh

Ini bagian yang sangat penting. Karena akan segera menghadapi ujian kenaikan kelas, agar anak-anak lain yang sehat tidak tertular dan Faiz pun bisa cepat sembuh, usaha-usaha yang kami lakukan adalah dengan cara  meningkatkan daya tahan tubuh anak. Langkah pertama kali yang kami lakukan saat mengetahui Faiz terindikasi cacar sebelum dibawa ke dokter adalah memberinya air kelapa ijo (kelapa obat). Kelapa ijo sangat dikenal mempunyai khasiat mendukung fungsi system imunitas tubuh. Selain itu, cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh berdasarkan pengalaman kami adalah dengan memberikan ramuan sebagai berikut:

Bahan herbal:

  1. Madu Syamil Anak                                1 sendok makan
  2. Tolak Angin Anak                                  1 sachet
  3. Habbatussauda cair Mabrouk              15 tetes
  4. Propolis Melia Nature                            9 tetes
  5. Minyak Zaitun                                      15 tetes

Cara Penyajian:

Semua bahan di atas dicampurkan jadi satu. Agar tidak terlalu kental, tambahkan satu sendok air minum. Rasanya manis pahit. Ramuan di atas adalah untuk 3 (tiga) anak. Setiap anak satu sendok makan. Diminumkan  2 (dua) kali sehari sebelum sarapan dan sebelum tidur. Sangat baik dalam kondisi perut kosong. Jangan lupa, si kecil yang terkena cacar harus diminumkan terakhir kali untuk mencegah penularan karena penggunaan gelas dan sendok yang sama.

Walhasil, Alhamdulillah Allah mendengar do’a kami sehingga si kecil sembuh dalam waktu relatif cepat dan tidak menulari saudara-saudara lainnya sehingga mereka bisa mengikuti ujian kenaikan kelas dengan hasil yang cukup memuaskan.

Semoga bermanfaat.

Perkembangan e-Government di Indonesia dan Sekilas Hasil Perjalanan Singkat di Belanda

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 

Latar Belakang

Selama tiga minggu short course bertemakan e-Government yang penulis ikuti dari tanggal 20 Oktober – 09 November 2012 di Maastricht School of Management (MSM), Belanda, Penulis mencoba memahami apa itu e-government dan menelusuri perbandingan perkembangan e-Government di Belanda dan perkembangannya di Indonesia serta apa saja upaya-upaya yang telah dilakukan berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam rangka penyediaan layanan masyarakat. Hal ini adalah berangkat dari kesadaran bahwa salah satu tugas penting pembelajaran yang dilakukan oleh peserta dari negara berkembang  adalah studi banding sekaligus benchmarking (best practice) pelaksanaan  e-Government oleh negara yang telah berhasil  mengembangkan e-Government. Salah satu informasi yang dianggap paling reliable untuk melihat tingkat keberhasilan suatu negara dalam mengembangkan e-Government adalah Survey e-Government yang dilakukan oleh United Nations Public Administration Network. Berdasarkan hasil survey tahun 2012 oleh United Nations, Belanda menempati urutan kedua setelah Korea Selatan sebagai negara terbaik dalam mengembangkan e-Government , sedangkan Indonesia menempati peringkat 97 dari 190 negara yang disurvey pada tahun 2012.

Image

Gambar: Peserta Short Course e-Government, MSM Maastricht, 09 Nov 2012

 

                      TABEL: INDEX PENGEMBANGAN E-GOVERNMENT DUNIA

Image

http://www2.unpan.org/egovkb/global_reports/12report.htm

Adapun di tingkat Asia Tenggara, Indonesia berada di urutan ke-7 dari  11 negara yang menerapkan e-Government, jauh di bawah Singapura atau bahkan Vietnam. Berikut adalah tabel index pengembangan E-Government di Asia Tenggara:

          TABEL: INDEX PENGEMBANGAN E-GOVERNMENT ASIA TENGGARA

Image

http://www2.unpan.org/egovkb/datacenter/CountryView.aspx

Definisi e-Government

Definisi menurut United Nations, e-government adalah pemanfaatan internet dan website untuk memberikan pelayanan dan informasi pemerintah kepada warganegaranya (E-government is defined as utilizing the Internet and the worldwide-web for delivering government information and services to citizens)

Adapun menurut Gartner, e-government adalah optimasi berkesinambungan dalam pemberian layanan publik, partisipasi masyarakat dan pemerintahan melalui upaya transformasi penghubung internal dan eksternal dengan penggunaan teknologi, internet dan media baru (e-Government is the continuous optimization of service delivery, constituency participation and governance by transforming internal and external relationships trough technology, the internet and new media”.

Dalam pengertian yang lebih singkat, Gordon mendefinisikan e-government sebagai penggunaan teknologi Informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas proses pemerintahan (The use of information and communication technology (ICT) to improve government processes, Gordon,2002)

Perkembangan e-Government pada suatu negara atau organisasi mengalami beberapa fase sebelum mencapai face yang paling tinggi yaitu Horizontal Integration, yakni tercapainya suatu kondisi beberapa sistem layanan publik yang berjalan pada fungsi yang berbeda-beda namun terintegrasi dengan baik sehingga terbangun sebuah one stop service. Berikut  adalah fase perkembangan e-Government sebagaimana diuraikan oleh Layne, 2001, sebagai berikut:

Stage I : Catalogue, merupakan fase pertama pengembangan e-Government dalam suatu negara atau organisasi dengan kondisi sebagai berikut:

  • Sudah memiliki media online baik berupa portal maupun website yang bisa diakses melalui oleh stakeholders/warga negara melalui internet.
  • Layanan yang diberikan baru bersifat penyajian informasi
  • Sudah menyediakan formulir-formulir yang dapat diunduh

Stage II : Transaction, merupakan kondisi pemanfaatan TIK bukan saja berupa penyajian informasi namun juga berguna dalam pemberian layanan yang bersifat transaksional dari pemerintah kepada warganegara/stakeholder dan sebaliknya.

  • Layanan transaksional sudah tersedia secara online,  sebagai contoh adalah pembelian tiket pembuangan sampah yang dibeli secara online.
  • Telah memiliki database yang rapi untuk menunjang proses layanan transaksi secara online

Stage III: Vertical  Integration, merupakan tingkatan pemanfaatan TIK dengan kondisi dimana pada fungsi yang sama dalam sebuah organisasi, sistem lokal sudah terintegrasi dengan sistem yang lebih tinggi.

  • Sistem local terkoneksi system yg lebih tinggi. Contoh: Sistem lokal pertanahan beberapa daerah terkoneksi pada sistem yang lebih tinggi, yaitu system pertanahan pusat.
  • Berjalan pada fungsi yang sama, yaitu system pertanahan.

Stage IV: Horizontal Integration, merupakan tingkatan tertinggi pemanfaatan TIK oleh pemerintah dimana sebuah sistem telah terintegrasi dengan baik meskipun berjalan pada fungsi yang berlainan. Horizontal integration akan menghasilkan layanan satu atap (one-stop-service) berbasis online dimana masyarakat/stakeholders akan menikmati layanan yang berbeda-beda hanya dengan mengakses satu situs.

  • Terintegrasinya sistem yang memiliki fungsi berbeda, misalnya system kependudukan, system perizinan mengemudi, dan system asuransi kesehatan masyarakat.
  • One-stop-shop  bagi  pengguna jasa / warganegara.

Image

Gambar: Fase Perkembangan e-government (Layne, 2001)

Sekilas e-Government di Belanda

Sangat sulit bagi penulis untuk membandingkan perkembangan antara e-government di Indonesia dengan penerapannya di Belanda. Bukan bermaksud mengecilkan, namun membandingkan keduanya menjadi tidak logis manakala kesenjangan yang ada sangatlah lebar. Perbandingan keduanya ibarat Anda membandingkan kota Cirebon dengan kota Amsterdam.😀

Sebagai ilustrasi atau contoh sebagian penerapan e-government di Belanda, begitu Anda menginjakkan kaki di Airport Schiphol, Amsterdam, Anda akan dengan mudah menemukan berbagai  swa layanan elektronik, di antaranya adalah swa layanan pemeriksaan passport, swa layanan koneksi penerbangan, dan lain sebagainya.

Image

Gambar: Swa Layanan Pemeriksaan Pasport (Foto: Sunadi)

Image

Gambar: Swa Layanan Koneksi Penerbangan (Foto: Sunadi)

Tidak jauh dari Bandara, terdapat stasiun kereta yang siap untuk mengantarkan Anda ke kota manapun yang ingin Anda tuju. Di stasiun kereta ini Anda akan menemukan swalayanan pembelian tiket kereta api. Swa layanan tiket kereta ini tersebar di seluruh stasiun kereta di negeri kincir angin ini.

Image

Gambar: Swa Layanan Pembelian Tiket Kereta Api. (Foto: Sunadi)

Biasanya stasiun-stasiun kereta api ini terintegrasi dengan terminal bus baik bus kota maupun bus antar kota. Di terminal-terminal ini Anda akan dapat dengan mudah menemukan swa layanan pembelian tiket salah satu armada bus terkemuka di Belanda.

Image

Gambar: Swa Layanan kartu langganan Bus Veolia di Belanda (Foto: Sunadi)

Berkaitan dengan proses perkembangan e-government di Belanda, berdasarkan pemaparan Enno Soeren, Direktur Shared Service Center di Gementee Maastricht (semacam Pemerintah Kota Maastricht), sebelum mencapai tahap penyatuan atau integrasi layanan publik di Belanda, pembangunan e-government dilakukan oleh masing-masing pemerintah lokal yang berjumlah 12 provinsi di Belanda. Tingginya kesadaran dan dukungan penuh dari pemerintah pusat terhadap pemanfaatan TIK ini bagi kemudahan penyediaan layanan masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan pemerintah Belanda dalam membangun e-government. Anda dapat mengakses Portal e-government pemerintah Belanda melalui www.government.nl.

Mr. Enno Soeren at Maastricht Gementee

Status Perkembangan e-Government di Indonesia

Meskipun tidak secanggih Belanda, sesungguhnya e-Government bukanlah barang baru di Indonesia. Ia diperkenalkan pertama kali di Nusantara ini pada tahun 2000 ditandai dengan dibentuknya Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI) melalui Keputusan Presiden No.50 tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia. Tim ini mempunyai tugas-tugas pokok sebagaimana dijabarkan dalam Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2001 tentang Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia sebagai berikut:

  1. mengkoordinasikan perencanaan dan memelopori program aksi dan inisiatif untuk meningkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya;
  2. memperkuat kemampuan menggalang sumber daya yang ada di Indonesia guna mendukung keberhasilan pelaksanaan semua arah pengembangan dan pendayagunaan teknologi telematika, serta melaksanakan forum untuk membangun konsensus antar pihak-pihak terkait di sektor pemerintah dan swasta baik di tingkat internasional maupun regional, serta mengakses pengalaman internasional dalam mengembangkan sistem infrastruktur informasi nasional untuk menstimulasi perkembangan telematika, mendapatkan dukungan teknis, pembiayaan dan dukungan lainnya secara terpadu.

Sesuai Inpres nomor 6 tahun 2001 tersebut, guna menunjang pelayanan masyarakat dengan berbasis pada teknologi informasi, pemerintah meluncurkan program G-Online, singkatan dari Government On-line. G-Online adalah program pemerintah untuk mensukseskan pelayanan kepada masyarakat melalui media internet. Beberapa kelebihan dari pelayanan yang berbasis internet adalah sebagai berikut:

  1. Transparansi, karena informasi pelayanan dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Informasi yang disajikan berupa jenis layanan yang diberikan, prosedur baku yang harus dipenuhi, serta yang paling penting adalah adanya informasi tentang biaya yang harus dibayarkan oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut.
  2. Mengurangi kolusi, karena dengan adanya media layanan secara on-line, masyarakat pengguna jasa tidak perlu lagi bertatap muka dengan petugas pelayanan sehingga mencegah terjadinya kesepakatan-kesepakatan di luar ketentuan yang berlaku.
  3. Selain itu, oleh karena informasi biaya sudah secara transparan dapat diketahui oleh masyarakat, pembayaran pun harus dilakukan melalui rekening resmi yang telah tersedia sehingga masyarakat tidak perlu membayar biaya lebih dari ketentuan yg ada. Layanan non-stop 24 jam. Layanan secara on-line dapat dilakukan selama 24 Jam sehari  dan 7 hari dalam seminggu tergantung pada kondisi dan situasi masing-masing individu pengguna jasa.
  4. Efisiensi, karena pelayanan yang dilakukan secara online akan menghemat penggunaan kertas dan alat tulis kantor lainnya.

Saat ini, berdasarkan pemaparan Direktur e-Government dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Firmansyah Lubis , pemerintah tengah mengembangkan Government Service Bus (GSB) untuk menghubungkan server-server K/L/Pemda guna proses integrasi data pada berbasis Nomor Induk Pegawai (NIP) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari server Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dari server Kementerian Keuangan. Proses integrasi data ini menggunakan aplikasi siMANTRA (Aplikasi Manajemen Pertukaran Data Pemerintahan) dan PNSbox (Private Network Security) yang diinstal di data center K/L/D untuk keamanan dan privasinya. Meskipun infrastruktur interkoneksi telah disediakan oleh KemKominfo, akan tetapi belum ada MoU antara K/L/D terkait sehingga belum dapat dilakukan penggalian data dan informasi antar sistem guna proses integrasinya.

Penutup

Bila mengacu pada fase perkembangan e-government yang dikemukakan oleh Layne sebagaimana diuraikan di atas, menurut pendapat Penulis, Indonesia saat ini telah menuju fase yang terakhir yaitu proses pengembangan system yang mengintegrasikan berbagai fungsi yang berbeda-beda (horizontal integration) dalam rangka penyediaan one-stop-service bagi layanan warganegaranya. Hanya saja dalam perkembangannya, dukungan pemerintah pusat tampaknya masih setengah hati untuk dapat mengkoordinasikan pihak-pihak yang terlibat dalam pertukaran data dan informasi yang dibutuhkan. Kemauan dan komitmen yang masih rendah ini sangat dimungkinkan terjadi oleh karena kurangnya awareness dari Pemerintah Pusat dan pimpinan masing-masing unit tersebut terhadap pentingnya pemanfaatan TIK bagi layanan masyarakat yang lebih cepat dan berkualitas. Di sisi lain tingkat kesiapan masyarakat  dalam menggunakan teknologi komunikasi dan informasi masih harus diselaraskan bila pemerintah benar-benar mempunyai tekad yang kuat untuk meningkatkan e-government.

Meninjau Ulang Kebijakan Asuransi Kesehatan PNS

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Govt Insurance policy

“Maaf Pak, biaya pengobatan atas kecelakaan istri dan anak Bapak tidak bisa diklaim.” kata pegawai Askes setelah meneliti beberapa lembar kertas yang dipegangnya. “Loh, kok gak bisa…kenapa, Bu?” Tanya saya dengan penuh keheranan. “Karena istri dan anak Bapak ditangani di Rumah Sakit yang tidak bekerja sama dengan Askes.” Jelas Ibu itu lagi. “WHAT… kecelakaan memangnya bisa diatur-atur, kejadiannya kebetulan dekat Rumah Sakit itu, lagipula dengan dua luka robek sepanjang 3 cm di bibir atas dan pelopak mata dengan  darah bercucuran, jelas perlu penanganan yang cepat, harus cepat dijahit.” Saya berusaha ngotot karena tidak percaya dengan penjelasan yang baru saya dengar tadi. “Iya Pak, mohon maaf, tidak bisa karena itu aturannya.” Kata petugas Askes sambil kemudian menyerahkan brosur daftar keluhan yang bisa diklaim oleh Askes.

KONYOL, itu kata yang langsung terbetik ketika mendengar penjelasan petugas Askes tersebut. Karena masih kaget dengan jawaban yang diberikan, saya sempat meminta petugas tersebut untuk mencari informasi yang tepat untuk kasus yang menimpa Istri dan anak saya. Petugas itupun segera menelepon seseorang yang saya duga adalah atasannya. Jawabannya pun tetap sama, aturannya memang begitu. Saya pun lantas pamit dan duduk tertegun di atas motor saya.  Saya harus memutar otak dari mana saya akan menutupi biaya hidup keluarga sampai akhir bulan karena uang kami  terkuras untuk biaya berobat dan tidak bisa DIGANTI.

Peristiwa yang saya ceritakan di atas adalah pengalaman nyata yang menimpa keluarga saya yang terjadi di awal tahun 2013. Istri saya yang mengendarai sepeda motor dengan membonceng dua anak kami yang masih berumur 8 tahun dan 3 tahun mengalami kecelakaan tunggal. Motornya terjatuh setelah terpeleset pelumas yang berceceran di jalan utama Ahmad Yani Bekasi Barat. Dua luka robek di bibir atas dan di kelopak mata kanan masing-masing sepanjang kurang lebih 3 cm membuat darah bercucuran. Sementara anak saya yang berumur 8 tahun mengalami luka parut di lutut kanannya. Lebih miris lagi melihat anak bungsu saya yang berumur 3 tahun. Dia mengalami luka parut di bibir atas dan luka robek kecil di kelopak mata kanan.

Rumah sakit yang paling dekat dengan lokasi kejadian adalah RS Mitra Keluarga Bekasi. Secara spontan orang-orang di sekitar menolong keluarga saya dan membawa mereka ke RS tersebut. Saat itu saya berada di lokasi yang terpisah sehingga saya baru tahu kejadian itu setelah mendapat informasi dari RS Mitra Keluarga bahwa keluarga saya ada di unit Gawat Darurat (UGD). Dokter UGD sedang menjahit luka istri saya ketika saya tiba di RS. Sementara anak saya sedang ditangani oleh perawat RS. Kami masih bersyukur karena kami hanya dirawat jalan sehingga diperbolehkan pulang  malam itu juga. Meski tidak bermalam, saya sempat kaget karena biaya yang dikenakan lumayan besar. Sebagai seorang PNS, nilai Rp 1,5 juta sangat berarti. Saat itu kami masih punya harapan bahwa biaya itu akan diganti oleh Askes. Harapan itu pudar begitu mendengar penjelasan petugas Askes sebagaimana yang diceritakan di awal.

Harus ada REFORMASI asuransi kesehatan bagi PNS di Republik tercinta ini…!!! Itu yang terbetik langsung di otak bodohku ini saat mendapat perlakuan tidak “manusiawi” dari Asuransi Pelat Merah ini. Betapa tidak, pengabdian kami selama lebih dari 10 tahun dan dengan rela setiap bulan gaji dipotong untuk membayar premi asuransi ini ternyata kurang dihargai.  Saya pun kemudian mulai membanding-bandingkan dengan pegawai pada instansi atau perusahaan lain. Terlalu jauh kalau saya bandingkan dengan asuransi kesehatan yang diterima oleh pegawai BUMN, apalagi swasta nasional. Sakit – datang berobat – tunjukkan kartu peserta asuransi – selesai, urusan pembayaran itu masalah RS dan pihak asuransi, semudah itu. Ada lagi yang menggunakan mekanisme reimbursement, alias penggantian biaya oleh pihak asuransi dilakukan kemudian setelah peserta yang berobat telah terlebih dahulu membayar biaya tersebut menggunakan uangnya sendiri, tentunya dengan menunjukkan bukti-bukti pembayaran yang valid. Meski ini lebih ribet dibandingkan dengan cara sebelumnya, namun ada nilai kepastian yang bisa dirasakan oleh peserta, sesuai namanya “asuransi” yang berarti kepastian atau jaminan.

Family-Health04

Memang premi yang dibayarkan oleh PNS untuk Askes ini dinilai terlalu kecil, hanya sekitar 2 persen dari gaji pokok. Masalah umum adalah karena gaji pokok PNS memang masih relative rendah, maka prosentasi darinya (premi) menjadi sangat kecil. Namun apakah ini lantas menjadi alasan untuk tidak me”manusiawi’kan PNS. Bagaimana ingin meningkatkan kinerja PNS manakala pegawai tidak menemukan kenyamanan dalam hidup dan bekerja. Pengertian kenyamanan di sini adalah adanya kepastian atau jaminan bahwa pada saat tidak terduga seperti ada anggota keluarga yang sakit, penghasilan pegawai tidak lantas tergerus oleh biaya pengobatan yang semakin tinggi dari hari ke hari. Penghasilan PNS yang sudah relative rendah sudah selayaknya tidak lagi dibebani oleh biaya-biaya tak terduga seperti pengobatan ini. Jelas…ini menjadi tanggung jawab negara dalam hal ini adalah pemerintah bersama-sama dengan wakil-wakil rakyat yang terhormat.

Solusi dari masalah ini sudah sangat jelas dan terang benderang, yaitu naikkan premi asuransi kesehatan PNS, tanpa mengurangi penghasilan tetapnya, tentunya harus berimbas pada penjaminan kesehatan pegawai negeri sipil yang berkualitas dan “manusiawi”.

Tips dan Trik Meningkatkan TOEFL / IELTS Untuk Meraih Beasiswa Idaman (Bagian II)

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pendahuluan

Pada bagian pertama telah diuraikan sedikit informasi tentang seluk beluk tes yang digunakan untuk mengukur kemahiran seseorang dalam menggunakan bahasa Inggris. Sekilas perlu disampaikan kembali bahwa tes yang paling popular saat ini dan paling banyak diterima oleh institusi-institusi pendidikan di luar negeri sebagai syarat penerimaan mahasiswanya adalah TOEFL dan IELTS. TOEFL yang ada saat ini dan masih berlaku memiliki dua jenis format yaitu Paper Based Testing (PBT) dan Internet Based Testing (iBT). Dalam rangka standardisasi struktur uji materi tes, maka PBT yang hanya menguji tiga kemampuan yaitu listening, structure, dan reading (plus TWE, ujian Writing dalam TOEFL Internasional) dalam beberapa waktu ke depan akan ditiadakan dan digantikan oleh iBT yang memiliki struktur tes yang lebih lengkap yaitu Reading, Listening, Speaking dan Reading. Format tes ini dianggap lebih akurat mengukur tingkat kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris yang baik dan benar, baik secara lisan maupun tertulis. Distandarkan karena diselaraskan dengan IELTS yang telah menggunakan format tes ini jauh sebelum iBT diperkenalkan pada tahun 2005.

Memahami karakteristik tes menjadi sangat penting karena struktur soal baik jumlah dan jenis soal, media serta waktu yang disediakan berbeda-beda antara TOEFL (PBT da iBT) dan IELTS. Dengan menguasai karakteristik tes tersebut, diharapkan peserta akan lebih mengenal medan “pertempuran” sehingga dapat mengembangkan strategi yang tepat dalam usahanya meningkatkan nilai TOEFL/IELTS yang dikehendaki untuk menggapai tujuan memperoleh beasiswa impian. Dalam tulisan bagian kedua ini, penulis mencoba membahas strategi untuk mendongkrak nilai TOEFL / IELTS.

Strategi Tiga-Set Proses Pembelajaran    

Untuk meningkatkan kualitas kemahiran kita dalam berbahasa Inggris dan sukses meraih beasiswa yang kita inginkan, tentu kita perlu mengatur strategi yang tepat. Dalam hal ini penulis mencoba untuk mempersempit area pembahasan dengan mengambil sudut pandang penentuan strategi ini berdasarkan tiga perangkat atau tiga-set dalam proses pembelajaran: mind set, tool set dan skill set. Disebut sebagai proses pembelajaran karena sifatnya yang bertahap. Semua tujuan yang baik diawali dengan pikiran positif (mind set), dilanjutkan dengan pemanfaatan media /alat yang tepat (tool set) yang apabila keduanya dapat terintegrasi dengan baik, maka kemampuan atau keahlian seseorang dapat tereksplorasi secara optimal dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

Bagan: Membangun Strategi Melalui  Tiga-Set

Image

Mind Set

Mind set adalah inti dari proses perbaikan kualitas diri dan merupakan cara pandang atau persepsi terhadap potensi diri dan lingkungan. Persepsi terhadap diri dan lingkungan yang benar sudah merupakan bagian dari kesuksesan. Perencanaan yang baik berawal dari mind set yang benar. Apabila kita menemukan sesuatu hal itu sulit untuk dikerjakan atau dipelajari, boleh jadi mind set kita keliru dalam memandang diri sendiri dan pekerjaan atau pelajaran yang dihadapi. Termasuk dalam hal ini adalah perbaikan kualitas bahasa Inggris kita. Kemampuan bahasa Inggris bukan bawaan lahir. Toh kita lahir pun dalam keadaan tidak bisa bicara satu bahasa pun. Karena proses belajar dan kebiasaan yang terus menerus yang membuat kita bisa berbicara. Intinya di sini adalah mind set kita harus diluruskan bahwa bahasa Inggris itu mudah untuk dipelajari asalkan belajar dan berlatih serius dengan cara yang menyenangkan dan terus menerus, bukan kah practice makes perfect?!

Dorongan apa yang bisa membuat seseorang mau dan bersedia untuk belajar dan berlatih secara terus-menerus? Biasanya dikarenakan oleh dua hal, extrinsic motivation dan intrinsic motivation. Dorongan extrinsic motivation berasal dari luar, misalnya ingin dipuji atau mendapat penghargaan dari orang lain, keterpaksaan atau tekanan dari orang lain, ingin mendapatkan imbalan/promosi, dan sebagainya. Adapun dorongan intrinsic motivation timbul dari diri sendiri, seperti minat, ketertarikan, hobi, dan hasrat kepuasan diri. Dorongan motivasi yang lebih efektif diyakini apabila bersumber dari diri sendiri (intrinsic motivation).

1.    Ubah Mind Set dan Tumbuhkan Minat

Terkait upaya peningkatan kemampuan bahasa Inggris, yang terpenting di sini adalah bagaimana kita dapat mengubah mind set atau persepsi tentang Bahasa Inggris. Timbulkan motivasi lebih dari diri sendiri daripada motivasi dari luar. Tumbuhkan minat kita untuk belajar Bahasa Inggris, di samping tentu adanya motivasi untuk mendapatkan beasiswa. Buatlah bahasa Inggris itu semenarik mungkin agar kita nyaman mempelajarinya. Kini dengan adanya internet dan media elektronik audio visual, banyak permainan belajar bahasa Inggris yang dibuat semenarik mungkin. Manfaatkan media audio visual yang ada baik itu di televisi, media cetak, film, novel, dan sebagainya, benar-benar sebagai sarana penunjang belajar bahasa Inggris yang efektif. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar.

 2.    Tetapkan Target

Bagian dari perencanaan yang baik adalah dengan menetapkan target. Penetapan target penting agar kita kita dapat focus memusatkan usaha-usaha yang akan kita lakukan dalam rangka pencapaian tujuan tertentu, dalam hal ini adalah meraih beasiswa idaman. Penetapan target meliputi tujuan negara mana yang akan dituju untuk tempat studi, disiplin ilmu apa yang akan diambil, universitas/sekolah mana yang akan dipilih, dan berapa nilai TOEFL/IELTS yang dibutuhkan. Secara umum standar nilai minimal TOEFL/IELTS yang dipersyaratkan untuk beasiswa luar negeri adalah 550 – 580 untuk TOEFL ITP, 79 – 85 untuk TOEFL iBT, dan 6,5 – 7 untuk IELTS. Namun cara yang terbaik untuk mengetahui persyaratan nilai TOEFL/IELTS adalah dengan langsung mengunjungi website perguruan tinggi yang ingin dituju dan lembaga pemberi beasiswanya. Berikut adalah tabel syarat minimal nilai TOEFL/IELTS yang disyaratkan untuk beberapa program beasiswa terpopuler beserta link terkait:

Image

Tabel: Syarat TOEFL/IELTS Untuk Program Beasiswa

3.    Kenali “Medan Pertempuran“

Pada bagian terdahulu telah dibahas seluk beluk tes untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris. Untuk mengenali medan tempur, cara terbaik adalah terjun langsung atau mengikuti ujian yang sebenarnya, sehingga kita dapat mengukur sejauh mana kemampuan kita dalam berbahasa Inggris.

Beberapa lembaga kursus dan lembaga bahasa universitas setempat menyelenggarakan TOEFL / IELTS Prediction dengan kualitas soal yang sama dengan ITP TOEFL/IELTS dan biaya yang lebih terjangkau, hanya saja memang kurang update, karena soal yang digunakan biasanya adalah soal ITP TOEFL/IELTS yang telah lalu. Tes prediction ini seyogyakan dilakukan secara rutin sampai kita benar-benar merasa yakin bahwa hasil TOEFL yang diinginkan dapat tercapai.

Tool Set

Pemilihan media atau alat yang tepat menjadi penting karena membantu kita lebih mudah mempelajari sesuatu. Pemilihan media ini bisa berbeda-beda sesuai karakteristik masing-masing. Seperti yang dicontohkan di atas yaitu media audio visual seperti film yang berbahasa Inggris, akan lebih cocok untuk orang mempunyai hobi menonton film. Alih-alih hanya melihat gambar dan mengikuti alur ceritanya, akan lebih efektif bila dilakukan sambil mempelajari artikulasi pengucapan yang benar dan memperkaya kosa kata bahasa Inggris sehingga kemampuan listening dan reading kita dapat terasah dengan baik. Bagi sebagian orang yang mempunyai hobi membaca, pilihan media berupa novel dan media massa dalam bahasa Inggris menjadi menarik, selain mengembangkan daya imajinasi dan wawasan kita, membaca seyogyanya meningkatkan khazanah perbendaharaan kata dalam bahasa Inggris. Selain media-media di atas, media audio visual yang secara khusus didesain untuk pelatihan TOEFL / IELTS telah tersedia secara luas, seperti Longman, Cambridge, Thomson, Arco, Kaplan, Barron, dan sebagainya.

Media internet merupakan media paling mutakhir yang cukup fenomenal. Eksistensinya membuat lompatan besar dalam proses belajar seseorang, tak terkecuali belajar bahasa Inggris. Internet memungkinkan kita belajar secara audio visual di manapun dan kapanpun serta berinteraksi dan berkomunikasi secara luas dengan siapapun. Kita tinggal memilih dari ribuan situs belajar bahasa Inggris tersedia. Beberapa link yang menarik untuk belajar bahasa Inggris misalnya: www.merriam-webster.com, www.freerice.com, http://www.learn4good.com, http://www.stuff.co.uk/toefl.htm, http://www.toeflindonesia.com/, http://englishteststore.net/, dan masih banyak lainnya.

Skill Set

Dengan mind-set yang benar sehingga dapat memfokuskan usaha-usaha untuk belajar dan pemanfaatan media (tool set) yang membuat nyaman dalam belajar tentu akan berdampak pada peningkatan kemampuan (skill) yang kita inginkan. Dalam TOEFL/IELTS, sesuai materi tesnya, skill yang dikembangkan adalah listening, reading, writing dan speaking. Karena memang didesain untuk non-native speaker dan untuk tujuan akademik, kita tidak dituntut untuk mampu berbahasa Inggris secara sempurna.

Masing-masing skill memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Hal ini mungkin terjadi karena pada saat proses pembelajaran, penekanan latihannya berlainan. Sebagai contoh, bagi yang senang mendengarkan musik, kemampuan listeningnya biasanya akan lebih tajam daripada kemampuan reading-nya. Begitu juga orang yang senang membaca, kemampuan reading dan penggunaan struktur bahasa Inggris mungkin lebih menonjol, dan sebagainya. Dengan melihat hasil TOEFL/IELTS, perbedaan tersebut akan mudah terlihat. Di sinilah pentingnya seseorang disarankan untuk mengikuti TOEFL Prediction secara berkala sehingga kita dapat melihat bagian yang mana yang perlu ditingkatkan dan media atau tool apa yang sesuai digunakan untuk meningkatkan skill tersebut. Dengan demikian, slowly but sure, nilai TOEFL/IELTS yang kita inginkan dapat tercapai dan memenuhi syarat untuk diterima dalam program beasiswa mana pun yang kita dambakan.