Tags

, , , , , , , , , ,

Orang tua mana yang tidak pusing tujuh keliling bila si buah hati jatuh sakit. Apalagi kalau masih tergolong balita. Bila Si Kecil sudah pandai berkomunikasi, tentu orangtua dapat lebih mudah mengetahui bagian mana yang dirasakan sakit oleh si kecil. Namun bila Si Kecil masih sulit menyatakan rasa sakitnya, nah.. ini yang membuat orang tua harus  berpikir keras sakit apa yang dialami si kecil. Sangat wajar bila Anda harus merasa khawatir bila melihat si kecil tidak lagi terlihat riang sebagaimana biasanya. Pada banyak kasus, si kecil bisa ditangani sendiri  di rumah tanpa memerlukan bantuan dokter. Namun bila setelah ditangani sendiri, kondisi si kecil tidak mengalami perubahan, tentu Anda harus segera memeriksakannya ke rumah sakit atau dokter Anda. Selain yang paling utama adalah kesembuhan bagi si kecil, tentu Anda juga harus berfikir cermat tentang keuangan keluarga Anda, mengingat saat ini berobat menjadi harga yang saat mahal untuk kesembuhan dan kesehatan keluarga. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda gunakan pada saat memeriksakan anak Anda ke dokter:

Pediatrician Examining Toddler

1. Terlebih dulu memilih Dokter Umum daripada Dokter Spesialis

Pada banyak kasus ringan seperti anak demam, flu, batuk dan pilek, cukup bawa si kecil ke dokter umum daripada ke dokter spesialis anak. Selain biaya yang dikeluarkan lebih ringan, dokter umum biasanya meresepkan obat yang tidak berdosis tinggi. Bila dibarengi dengan istirahat yang cukup dan konsumsi yang bergizi, obat akan bekerja lebih baik

2. Resep Obat yang bisa diminum sebelum makan

Memang kebanyakan obat dikonsumsi setelah makan. Namun kebanyakan anak balita sangat sulit diberi makan apalagi bila kondisinya sedang tidak fit, sehingga tubuh tidak mendapat asupan makan yang cukup. Oleh karena itu, mintalah kepada dokter untuk meresepkan obat yang bisa dikonsumsi baik sesudah makan maupun sebelum makan. Meski demikian, Anda harus tetap berusaha semaksimal mungkin agar anak Anda mendapatkan asupan makanan agar obat dapat bekerja optimal.

3. Tidak banyak macam obat

Biasanya dokter akan meresepkan obat berdasarkan hasil diagnosisnya dan keluhan pasiennya. Bila memang keluhan yang disampaikan cukup banyak, mintalah kepada dokter untuk meresepkan obat yang memiliki multi khasiat. Daripada keluhan batuk satu resep dan keluhan pilek satu resep lainnya sehingga ada dua macam obat yang harus diminum, lebih baik minta satu macam obat yang berfungsi mengobati batuk pilek sekaligus. Apalagi pada si kecil yang memang sulit untuk minum obat kecuali Anda harus mencekokinya. Intinya, minta lah kepada dokter untuk meresepkan tidak terlalu banyak macam obat. Selain obat tidak terbuang, tentu harganya akan relatif lebih ringan.

4. Menebus Resep Obat bukan di Apotik Rumah Sakit

Bila kita berobat di Rumah Sakit, biasanya Anda akan disarankan untuk menebus resep obat di apotik yang ada di dalam Rumah sakit tersebut. Biasanya, meskipun tidak seluruhnya, apotik di RS menjual obat dengan harga yang lebih tinggi daripada di apotik luar RS. Bila memang demikian dan bila kondisi tidak sangat mendesak, Anda bisa minta kepada petugas / perawat bahwa Anda akan menebus resep obat tersebut di luar RS. Ini sudah biasa dan pasti Anda akan diperkenankan.

5. Tidak Menebus Resep Obat Seluruhnya

Beberapa jenis obat tidak harus dikonsumsi sampai habis, yaitu hanya apabila sakit tidak berlanjut, konsumsi obat dapat dihentikan. Namun pada beberapa jenis obat seperti antibiotik, pemakaiannya harus sampai habis, meskipun keluhan sudah tidak dialami pasien. Tanyakan kepada dokter, jenis obat mana saja yang harus dihabiskan dan mana yang bisa dihentikan. Apalagi obat untuk si kecil yang memang sangat sulit diberikan obat. Tebuslah sebagian dulu untuk obat yang tidak harus habis daripada obat menjadi berlebih karena si kecil sudah sembuh. Lebih baik lebihan uangnya dibelikan mainan untuk si kecil supaya dia lebih bergembira dan riang kembali seperti semula.

Semoga bermanfaat.