Tags

, , , , , , , , ,

TOEFL ielts

Pendahuluan

Bagi Penulis, mengasah kemampuan bahasa Inggris merupakan tantangan terbesar dan membutuhkan usaha yang paling keras dibandingkan tes kemampuan lain yang disyaratkan dalam beasiswa. Betapa tidak, penulis membutuhkan waktu enam  bulan untuk mengikuti kursus persiapan TOEFL yang diselenggarakan oleh Netherlands Education Support Office (NESO), lembaga resmi Pemerintah Belanda untuk program studi di Belanda. Oleh karena itu tulisan ini juga merupakan knowledge sharing dan pengalaman penulis mengikuti kursus tersebut dari bulan Januari sampai dengan Juli 2007 hingga akhirnya berhasil memperoleh beasiswa S2  Program Studeren in Nederland (StuNed) pada tahun 2007 dan Short Course dari Netherlands Fellowship Program (NFP) pada tahun 2012, keduanya  di Belanda dan diperoleh secara mandiri.

Tulisan ini bersifat informatif dan persuasif namun mengingat keterbatasan tempat, maka tulisan ini akan dibagi dalam dua bagian, bagian pertama membahas tentang serba-serbi tes kemampuan bahasa Inggris sebagai bagian dari strategi mengenali dan memahami “medan pertempuran”, dan bagian selanjutnya adalah pembahasan tentang strategi untuk mendongkrak nilai TOEFL/IELTS.

Bahasa Inggris Sebagai Kunci Sukses

Tes kemampuan Bahasa Inggris yang dimaksud penulis di sini tentunya adalah tes atau ujian yang dilakukan sebagai salah satu syarat diterimanya seseorang untuk mengikuti program studi utamanya di luar negeri. Penulis berpendapat bahwa kemampuan bahasa Inggris adalah kunci jendela untuk mendapatkan beasiswa terutama program studi di luar negeri dan melihat dunia luar, secara gratis.

Mengapa demikian? Ada empat persyaratan standar yang harus diikuti oleh calon penerima beasiswa: Tes Potensi Akademik, Psikotes, Wawancara, Tes kemampuan bahasa Inggris. Apabila persyaratan di atas diibaratkan empat  kunci jendela, maka sebagai pegawai Kementerian Keuangan, tiga kunci pertama tentu sudah di tangan, mengingat untuk bisa diterima sebagai pegawai Kementerian Keuangan, tiga persyaratan pertama sudah terlewati atau sudah teruji dan berhasil. Nah, tinggal tes kemampuan bahasa Inggris yang harus diasah karena skor yang dipersyaratkan oleh perguruan tinggi luar negeri biasanya lebih tinggi daripada yang dipersyaratkan untuk diterima Kementerian Keuangan. Walhasil, bahasa Inggris adalah kunci keberhasilan mendapatkan beasiswa ke luar negeri.

Guna memahami liku-liku tes kemampuan bahasa Inggris sehingga peminat beasiswa dapat mengatur strategi pencapaian skor yang dibutuhkan, berikut adalah informasi tentang tes yang digunakan untuk mengukur kemahiran bahasa Internasional tersebut. Tentunya akan lebih efektif apabila seseorang mengalami dan mengikuti langsung ujian yang sebenarnya.

Jenis Tes Kemampuan Bahasa Inggris

Tes kemampuan bahasa Inggris yang paling umum yang berlaku saat ini adalah sebagai berikut:

1.    Test of English as a Foreign Language (TOEFL)

Test jenis TOEFL ini paling banyak diterima di perguruan-perguruan tinggi di dunia. Lebih dari 9000 perguruan tinggi di 130-an  negara dapat menerima TOEFL sebagai syarat penerimaan mahasiswanya. Berdasarkan cara pengisian dan pengerjaannya, terdapat dua jenis tes dalam TOEFL sebagai berikut:

a.    Paper Based  Test TOEFL (PBT)

Sesuai namanya, PBT  dilakukan dengan format pengisian di atas kertas. Tes ini memakan waktu pengerjaan kurang lebih 3,5 jam. Kisaran skor PBT adalah 310  – 677. Berikut adalah tabel struktur tes PBT:

                                      Tabel : Struktur PBT TOEFL

struktur TOEFL

Pada TOEFL International yang diselenggarakan oleh ETS (English Testing Service) sebagai lembaga resmi internasional penyeleggara TOEFL, selain tiga materi tes di atas peserta diharuskan mengikuti tes menulis atau Testing of Written English (TWE). Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan menulis dalam bahasa Inggris. Skor TWE ini terpisah dari skor TOEFL dengan kisaran 1 – 6. Biaya untuk mengikuti TOEFL International adalah USD 170.

Adapun Institutional Testing Program (ITP) TOEFL adalah PBT yang dikeluarkan oleh ETS akan tetapi penyelenggaraan dan penggunaan fasilitas ujian dilakukan oleh lembaga setempat seperti universitas, lembaga kursus bahasa Inggris atau lembaga lainnya yang telah bekerja sama dengan ETS. Hampir sebagian besar program beasiswa dapat menerima ITP TOEFL sebagai prasyarat penerimaannya seperti  NFP,  Stuned NESO, DAAD, Foreign Fullbright Program, Ford Foundation International Fellowship Program, AAS (dahulu ADS). Biaya untuk mengikuti ITP TOEFL lebih terjangkau dan bervariasi berkisar antara Rp 300 ribu – Rp 350 ribu ditentukan oleh masing-masing penyelenggara. Hasil tes ini hanya berlaku selama  dua tahun. Di Indonesia, lembaga yang dipercaya oleh ETS untuk mengawasi dan mengkoordinasikan penyelenggaraan TOEFL dan ITP TOEFL seluruh Indonesia adalah IIEF (Indonesian International Education Foundation). Informasi resmi jadwal penyelenggaraan ITP TOEFL dapat dilihat melalui www.iief.or.id.

b.    Internet Based Test  TOEFL (iBT)

Internet Based Test  TOEFL  (iBT) dilakukan secara online menggunakan jaringan internet.  Tes ini telah ada sejak September 2005. Berbeda dengan PBT, materi kemampuan yang diujikan lebih lengkap dan teritegrasi yaitu meliputi Reading, Listening, Speaking dan Writing. Waktu tes berkisar antara 4 – 4,5 jam.  Adapun kisaran skor iBT adalah 0 -120.  Struktur iBT adalah sebagai berikut:

Tabel: Struktur iBT-TOEFL

 

struktur ibt

Biaya untuk mengikuti tes ini bervariasi antara USD 160 – 250. Di Indonesia, biayanya adalah USD  175. Pendaftaran iBT TOEFL secara on line dilakukan pada website resmi https://toefl-registration.ets.org/TOEFLWeb/extISERLogonPrompt.do. Sekedar informasi, untuk mengetahui universitas-universitas mana yang dapat menerima nilai skor TOEFL baik PBT maupun iBT dan berapa skor yang disyaratkan oleh masing-masing lembaga pendidikan di seluruh dunia, dapat dilihat melalui website http://toeflgoanywhere.org/asu-advanced-search.

Selain dua tipe TOEFL di atas, ada satu jenis TOEFL lagi yaitu computer-based TOEFL (cBT). TOEFL ini mulai diperkenalkan pada 1998 dan telah berakhir pada September 2006 digantikan oleh iBT yang hadir setahun sebelum masa cBT berakhir.  Sesuai namanya, pengerjaan tes cBT dilakukan pada set computer. Jenis soal dalam cBT hampir sama dengan PBT, namun ditambahkan tes writing. Di masa mendatang, rencananya PBT pun akan ditiadakan dan digantikan oleh iBT. PBT hanya akan diselenggarakan di tempat-tempat yang tidak memiliki jaringan internet. Adapun perbedaan antara  iBT dan PBT berdasarkan struktur soalnya dapat diuraikan pada tabel berikut ini:

Tabel: Perbedaan PBT dan iBT

beda pbt ibt

2.    International English Language Testing System (IELTS)

Dengan durasi yang lebih singkat yaitu dua jam 45 menit dibandingkan TOEFL, IELTS juga mengukur kemahiran seseorang berbahasa Inggris melalui empat materi  tes, yaitu Listening, Reading, Writing dan Speaking. Aksen British terkesan kental dalam tes ini. Maklum IELTS memang dilahirkan oleh British Council. Dalam perkembangannya, lembaga resmi yang mengelola IELTS selain British Council adalah IDP: IELTS Australia dan Cambridge English Language Assessment.  Hasil IELTS memiliki skala skor dari  0-9.  Penyelenggaraan tes IELTS dilakukan di lebih dari 900 lokasi tes di 130 negara. Skor IELTS juga diterima oleh sebagian besar sekolah atau perguruan-perguruan tinggi yang menerima TOEFL untuk penerimaan mahasiswanya. Perguruan tinggi mana saja yang dapat menerima IELTS sebagai syarat masuknya dapat dilihat pada website http://bandscore.ielts.org/search.aspx.

Berdasarkan fungsinya IELTS dapat digunakan untuk dua tujuan, yaitu untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri dan untuk bekerja di luar negeri. Format ujian untuk kedua tujuan tersebut hanya dibedakan pada sesi Reading dan Writing saja, sedangkan pada Listening dan speaking digunakan soal ujian  yang sama. Berikut ini adalah tabel struktur IELTS untuk keperluan akademis.

Tabel: Struktur IELTS

struktur ielts

Di Indonesia biaya mengikuti IELTS adalah USD 195. Untuk mengetahui jadwal tes dan registrasi dapat mengunjungi website http://www.ielts.org/test_centre_search/search_results.aspx. Adapun guna mengetahui konversi nilai IELTS dibandingkan dengan TOEFL iBT dapat menggunakan aplikasi online dalam website http://www.ets.org/toefl/institutions/scores/compare/.

Semoga bermanfaat.