Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pendahuluan

Pada bagian pertama telah diuraikan sedikit informasi tentang seluk beluk tes yang digunakan untuk mengukur kemahiran seseorang dalam menggunakan bahasa Inggris. Sekilas perlu disampaikan kembali bahwa tes yang paling popular saat ini dan paling banyak diterima oleh institusi-institusi pendidikan di luar negeri sebagai syarat penerimaan mahasiswanya adalah TOEFL dan IELTS. TOEFL yang ada saat ini dan masih berlaku memiliki dua jenis format yaitu Paper Based Testing (PBT) dan Internet Based Testing (iBT). Dalam rangka standardisasi struktur uji materi tes, maka PBT yang hanya menguji tiga kemampuan yaitu listening, structure, dan reading (plus TWE, ujian Writing dalam TOEFL Internasional) dalam beberapa waktu ke depan akan ditiadakan dan digantikan oleh iBT yang memiliki struktur tes yang lebih lengkap yaitu Reading, Listening, Speaking dan Reading. Format tes ini dianggap lebih akurat mengukur tingkat kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris yang baik dan benar, baik secara lisan maupun tertulis. Distandarkan karena diselaraskan dengan IELTS yang telah menggunakan format tes ini jauh sebelum iBT diperkenalkan pada tahun 2005.

Memahami karakteristik tes menjadi sangat penting karena struktur soal baik jumlah dan jenis soal, media serta waktu yang disediakan berbeda-beda antara TOEFL (PBT da iBT) dan IELTS. Dengan menguasai karakteristik tes tersebut, diharapkan peserta akan lebih mengenal medan “pertempuran” sehingga dapat mengembangkan strategi yang tepat dalam usahanya meningkatkan nilai TOEFL/IELTS yang dikehendaki untuk menggapai tujuan memperoleh beasiswa impian. Dalam tulisan bagian kedua ini, penulis mencoba membahas strategi untuk mendongkrak nilai TOEFL / IELTS.

Strategi Tiga-Set Proses Pembelajaran    

Untuk meningkatkan kualitas kemahiran kita dalam berbahasa Inggris dan sukses meraih beasiswa yang kita inginkan, tentu kita perlu mengatur strategi yang tepat. Dalam hal ini penulis mencoba untuk mempersempit area pembahasan dengan mengambil sudut pandang penentuan strategi ini berdasarkan tiga perangkat atau tiga-set dalam proses pembelajaran: mind set, tool set dan skill set. Disebut sebagai proses pembelajaran karena sifatnya yang bertahap. Semua tujuan yang baik diawali dengan pikiran positif (mind set), dilanjutkan dengan pemanfaatan media /alat yang tepat (tool set) yang apabila keduanya dapat terintegrasi dengan baik, maka kemampuan atau keahlian seseorang dapat tereksplorasi secara optimal dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

Bagan: Membangun Strategi Melalui  Tiga-Set

Image

Mind Set

Mind set adalah inti dari proses perbaikan kualitas diri dan merupakan cara pandang atau persepsi terhadap potensi diri dan lingkungan. Persepsi terhadap diri dan lingkungan yang benar sudah merupakan bagian dari kesuksesan. Perencanaan yang baik berawal dari mind set yang benar. Apabila kita menemukan sesuatu hal itu sulit untuk dikerjakan atau dipelajari, boleh jadi mind set kita keliru dalam memandang diri sendiri dan pekerjaan atau pelajaran yang dihadapi. Termasuk dalam hal ini adalah perbaikan kualitas bahasa Inggris kita. Kemampuan bahasa Inggris bukan bawaan lahir. Toh kita lahir pun dalam keadaan tidak bisa bicara satu bahasa pun. Karena proses belajar dan kebiasaan yang terus menerus yang membuat kita bisa berbicara. Intinya di sini adalah mind set kita harus diluruskan bahwa bahasa Inggris itu mudah untuk dipelajari asalkan belajar dan berlatih serius dengan cara yang menyenangkan dan terus menerus, bukan kah practice makes perfect?!

Dorongan apa yang bisa membuat seseorang mau dan bersedia untuk belajar dan berlatih secara terus-menerus? Biasanya dikarenakan oleh dua hal, extrinsic motivation dan intrinsic motivation. Dorongan extrinsic motivation berasal dari luar, misalnya ingin dipuji atau mendapat penghargaan dari orang lain, keterpaksaan atau tekanan dari orang lain, ingin mendapatkan imbalan/promosi, dan sebagainya. Adapun dorongan intrinsic motivation timbul dari diri sendiri, seperti minat, ketertarikan, hobi, dan hasrat kepuasan diri. Dorongan motivasi yang lebih efektif diyakini apabila bersumber dari diri sendiri (intrinsic motivation).

1.    Ubah Mind Set dan Tumbuhkan Minat

Terkait upaya peningkatan kemampuan bahasa Inggris, yang terpenting di sini adalah bagaimana kita dapat mengubah mind set atau persepsi tentang Bahasa Inggris. Timbulkan motivasi lebih dari diri sendiri daripada motivasi dari luar. Tumbuhkan minat kita untuk belajar Bahasa Inggris, di samping tentu adanya motivasi untuk mendapatkan beasiswa. Buatlah bahasa Inggris itu semenarik mungkin agar kita nyaman mempelajarinya. Kini dengan adanya internet dan media elektronik audio visual, banyak permainan belajar bahasa Inggris yang dibuat semenarik mungkin. Manfaatkan media audio visual yang ada baik itu di televisi, media cetak, film, novel, dan sebagainya, benar-benar sebagai sarana penunjang belajar bahasa Inggris yang efektif. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar.

 2.    Tetapkan Target

Bagian dari perencanaan yang baik adalah dengan menetapkan target. Penetapan target penting agar kita kita dapat focus memusatkan usaha-usaha yang akan kita lakukan dalam rangka pencapaian tujuan tertentu, dalam hal ini adalah meraih beasiswa idaman. Penetapan target meliputi tujuan negara mana yang akan dituju untuk tempat studi, disiplin ilmu apa yang akan diambil, universitas/sekolah mana yang akan dipilih, dan berapa nilai TOEFL/IELTS yang dibutuhkan. Secara umum standar nilai minimal TOEFL/IELTS yang dipersyaratkan untuk beasiswa luar negeri adalah 550 – 580 untuk TOEFL ITP, 79 – 85 untuk TOEFL iBT, dan 6,5 – 7 untuk IELTS. Namun cara yang terbaik untuk mengetahui persyaratan nilai TOEFL/IELTS adalah dengan langsung mengunjungi website perguruan tinggi yang ingin dituju dan lembaga pemberi beasiswanya. Berikut adalah tabel syarat minimal nilai TOEFL/IELTS yang disyaratkan untuk beberapa program beasiswa terpopuler beserta link terkait:

Image

Tabel: Syarat TOEFL/IELTS Untuk Program Beasiswa

3.    Kenali “Medan Pertempuran“

Pada bagian terdahulu telah dibahas seluk beluk tes untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris. Untuk mengenali medan tempur, cara terbaik adalah terjun langsung atau mengikuti ujian yang sebenarnya, sehingga kita dapat mengukur sejauh mana kemampuan kita dalam berbahasa Inggris.

Beberapa lembaga kursus dan lembaga bahasa universitas setempat menyelenggarakan TOEFL / IELTS Prediction dengan kualitas soal yang sama dengan ITP TOEFL/IELTS dan biaya yang lebih terjangkau, hanya saja memang kurang update, karena soal yang digunakan biasanya adalah soal ITP TOEFL/IELTS yang telah lalu. Tes prediction ini seyogyakan dilakukan secara rutin sampai kita benar-benar merasa yakin bahwa hasil TOEFL yang diinginkan dapat tercapai.

Tool Set

Pemilihan media atau alat yang tepat menjadi penting karena membantu kita lebih mudah mempelajari sesuatu. Pemilihan media ini bisa berbeda-beda sesuai karakteristik masing-masing. Seperti yang dicontohkan di atas yaitu media audio visual seperti film yang berbahasa Inggris, akan lebih cocok untuk orang mempunyai hobi menonton film. Alih-alih hanya melihat gambar dan mengikuti alur ceritanya, akan lebih efektif bila dilakukan sambil mempelajari artikulasi pengucapan yang benar dan memperkaya kosa kata bahasa Inggris sehingga kemampuan listening dan reading kita dapat terasah dengan baik. Bagi sebagian orang yang mempunyai hobi membaca, pilihan media berupa novel dan media massa dalam bahasa Inggris menjadi menarik, selain mengembangkan daya imajinasi dan wawasan kita, membaca seyogyanya meningkatkan khazanah perbendaharaan kata dalam bahasa Inggris. Selain media-media di atas, media audio visual yang secara khusus didesain untuk pelatihan TOEFL / IELTS telah tersedia secara luas, seperti Longman, Cambridge, Thomson, Arco, Kaplan, Barron, dan sebagainya.

Media internet merupakan media paling mutakhir yang cukup fenomenal. Eksistensinya membuat lompatan besar dalam proses belajar seseorang, tak terkecuali belajar bahasa Inggris. Internet memungkinkan kita belajar secara audio visual di manapun dan kapanpun serta berinteraksi dan berkomunikasi secara luas dengan siapapun. Kita tinggal memilih dari ribuan situs belajar bahasa Inggris tersedia. Beberapa link yang menarik untuk belajar bahasa Inggris misalnya: www.merriam-webster.com, www.freerice.com, http://www.learn4good.com, http://www.stuff.co.uk/toefl.htm, http://www.toeflindonesia.com/, http://englishteststore.net/, dan masih banyak lainnya.

Skill Set

Dengan mind-set yang benar sehingga dapat memfokuskan usaha-usaha untuk belajar dan pemanfaatan media (tool set) yang membuat nyaman dalam belajar tentu akan berdampak pada peningkatan kemampuan (skill) yang kita inginkan. Dalam TOEFL/IELTS, sesuai materi tesnya, skill yang dikembangkan adalah listening, reading, writing dan speaking. Karena memang didesain untuk non-native speaker dan untuk tujuan akademik, kita tidak dituntut untuk mampu berbahasa Inggris secara sempurna.

Masing-masing skill memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Hal ini mungkin terjadi karena pada saat proses pembelajaran, penekanan latihannya berlainan. Sebagai contoh, bagi yang senang mendengarkan musik, kemampuan listeningnya biasanya akan lebih tajam daripada kemampuan reading-nya. Begitu juga orang yang senang membaca, kemampuan reading dan penggunaan struktur bahasa Inggris mungkin lebih menonjol, dan sebagainya. Dengan melihat hasil TOEFL/IELTS, perbedaan tersebut akan mudah terlihat. Di sinilah pentingnya seseorang disarankan untuk mengikuti TOEFL Prediction secara berkala sehingga kita dapat melihat bagian yang mana yang perlu ditingkatkan dan media atau tool apa yang sesuai digunakan untuk meningkatkan skill tersebut. Dengan demikian, slowly but sure, nilai TOEFL/IELTS yang kita inginkan dapat tercapai dan memenuhi syarat untuk diterima dalam program beasiswa mana pun yang kita dambakan.